28.2 C
Jakarta

Menhan Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera ke Personel Jepang

Published:

Sebanyak 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) menerima tanda kehormatan Satyalancana Dharma Samudera atas keterlibatan mereka dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Penghargaan tersebut diberikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin atas nama negara.

Upacara penganugerahan berlangsung di atas kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026). Sebanyak 92 personel hadir mewakili 361 anggota Japan Disaster Relief (JDR) yang menerima penghargaan tersebut.

Tiga komandan menerima penyematan simbolis

Dalam prosesi itu, tiga personel menerima penyematan tanda kehormatan secara simbolis. Mereka adalah Commander Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide, dan Commander Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.

Pemberian penghargaan itu disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas dukungan personel Jepang dalam operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis (1/10/2026), Sjafrie menyebut penghargaan tersebut diberikan kepada personel JMSDF yang telah menjalankan tugas kemanusiaan bersama Indonesia.

“Menhan Sjafrie Sjamsoeddin atas nama negara menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel JMSDF yang telah memberikan dharma bakti dalam mendukung penanganan karhutla,” ujar Sjafrie.

Dukungan melalui tiga helikopter Chinook

Dalam misi tersebut, Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 Chinook. Pesawat itu digunakan untuk membantu pemadaman karhutla melalui udara dan dioperasikan bersama personel Jepang.

Helikopter-helikopter tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah di Kalimantan selama pelaksanaan dukungan penanganan kebakaran. Keterlibatan unsur JMSDF dan JDR menjadi bagian dari operasi kemanusiaan yang dilakukan untuk membantu menangani dampak karhutla.

Menurut Sjafrie, misi itu juga mencerminkan pelaksanaan hubungan bilateral serta kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang. Kerja sama tersebut mencakup Defense Cooperation Agreement (DCA), yang menjadi salah satu kerangka hubungan pertahanan kedua negara.

Ia mengatakan kerja sama Indonesia-Jepang tidak berhenti pada dialog dan latihan militer. Dukungan terhadap operasi kemanusiaan ketika terjadi bencana juga menjadi bagian dari cakupan hubungan pertahanan tersebut. Dalam konteks itu, pengerahan personel dan helikopter Jepang untuk membantu penanganan karhutla dipandang sebagai wujud dukungan langsung terhadap kebutuhan kemanusiaan di lapangan.

Source link

Related articles

Recent articles