33.8 C
Jakarta

Makna Bersatu Kita Teguh, Terpecah Kita Runtuh

Published:

Presiden Prabowo Subianto menyerukan persatuan negara-negara Global South saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Dalam forum tersebut, ia menggunakan pepatah Indonesia untuk menekankan pentingnya kebersamaan di tengah berbagai tantangan global.

“Ada pepatah lama di Indonesia, Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh,” kata Prabowo.

Prabowo tidak menempatkan pepatah itu sebatas ungkapan mengenai persatuan. Menurut dia, pesan tersebut juga menggambarkan semangat yang pernah mempertemukan negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan posisi yang sejajar, menentukan masa depan sendiri, serta membela kepentingan bersama.

Menghubungkan BRICS dengan semangat Bandung

Dalam penyampaiannya, Prabowo mengaitkan nilai kebersamaan tersebut dengan pertemuan negara-negara Asia dan Afrika di Bandung beberapa dekade lalu. Ia menyebut semangat yang tumbuh ketika itu sebagai landasan yang menyatukan negara-negara Global Selatan.

“Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung,” ujarnya.

Rujukan terhadap Bandung menjadi bagian penting dalam pesan Prabowo di KTT BRICS. Melalui pernyataan itu, ia menyoroti pengalaman bersama negara-negara Asia dan Afrika yang berupaya berdiri sejajar dan memiliki kebebasan dalam menentukan arah masa depan masing-masing.

Semangat tersebut juga dikaitkan dengan upaya memperjuangkan kepentingan bersama. Prabowo menempatkan persatuan sebagai unsur utama agar negara-negara Global South dapat menghadapi tantangan yang mereka hadapi tanpa kehilangan tujuan kolektif.

Persatuan sebagai pesan utama

Pepatah “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh” menjadi inti dari pesan yang dibawa Presiden Indonesia ke forum BRICS di New Delhi. Ungkapan itu menegaskan dua keadaan yang berlawanan: kekuatan yang muncul ketika negara-negara bersatu dan risiko yang timbul apabila mereka terpecah.

Prabowo menggunakan kearifan Indonesia tersebut untuk menyampaikan gagasan persatuan dalam bahasa yang ringkas. Pesannya diarahkan kepada negara-negara Global Selatan, terutama bangsa-bangsa dari Asia dan Afrika yang disebut memiliki pengalaman historis dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemandirian.

Kehadiran Prabowo pada KTT ke-18 BRICS 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa kembali semangat Bandung ke pembahasan di tingkat global. Dalam pandangannya, semangat yang telah menyatukan negara-negara Asia dan Afrika puluhan tahun lalu tetap berkaitan dengan kebutuhan untuk berdiri sejajar, menentukan masa depan sendiri, dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Di hadapan forum BRICS, Prabowo menegaskan pesan tersebut melalui prinsip yang berasal dari Indonesia: kekuatan lahir dari persatuan, sedangkan perpecahan dapat melemahkan perjuangan bersama negara-negara Global South.

Source link

Related articles

Recent articles