Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya merupakan kebijakan sosial, tetapi juga harus dilihat sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Menurut Praktisi Hukum Hendarsam Marantoko, dalam situasi konflik global dan gangguan logistik, ancaman terhadap Indonesia tidak selalu datang dalam bentuk senjata, tetapi juga melalui krisis pangan yang bisa menjadi ancaman yang sangat serius. Sebagai negara kepulauan, Indonesia rentan terhadap gangguan pasokan pangan, sehingga program MBG menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan negara.
Konsep program MBG ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari pertahanan non-militer, yang sangat ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam bukunya, Paradoks Indonesia. Prabowo menekankan pentingnya kesejahteraan fisik, mental, dan ekonomi masyarakat dalam mempertahankan keutuhan sebuah negara. Oleh karena itu, keberlangsungan dan keberhasilan program MBG juga merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan nasional secara menyeluruh.
Dalam konteks distribusi pangan dan ketahanan pangan, program MBG memegang peran yang sangat penting dalam memastikan ketersediaan asupan gizi yang memadai bagi masyarakat Indonesia. Sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional, program ini harus terus didorong dan ditingkatkan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan negara. Dengan keterlibatan serta pemahaman yang ditingkatkan terhadap pentingnya program MBG, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan dalam ketahanan pangan di masa depan.
