Kekalahan 0-1 dari Timnas Yunani di WWK Arena, Senin (28/09) dini hari WIB, memicu penilaian keras dari legenda Timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger. Ia menilai penampilan Der Panzer dalam laga UEFA Nations League tersebut memperlihatkan bahwa Jerman tidak lagi berada di level tim papan atas dunia.
Gol tunggal Yunani membuat Jerman kembali gagal meraih kemenangan pada awal era kepelatihan Jurgen Klopp. Dalam pertandingan sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Timnas Belanda. Dengan hasil melawan Yunani, Klopp belum mampu membawa Jerman menang dalam dua pertandingan pertamanya sebagai pelatih.
Schweinsteiger Soroti Minimnya Pemain Pembeda
Schweinsteiger menilai persoalan Jerman bukan hanya terletak pada hasil akhir. Menurut dia, tim tersebut kini tidak memiliki cukup pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan, terutama ketika menghadapi lawan yang tampil kompetitif.
“Kami bukan lagi tim papan atas. Kami sekarang hanya tim rata-rata. Kami tidak lagi memiliki pemain yang membuat perbedaan,” ujar Schweinsteiger, dikutip dari Bavarian Football Works.
Ia bahkan membandingkan situasi Jerman dengan skuad Yunani. Schweinsteiger menyebut Konstantinos Karetsas, Christos Tzolis, dan Vangelis Pavlidis sebagai pemain yang mampu memberi dampak penting bagi timnya.
“Bahkan Yunani memiliki (Konstantinos) Karetsas, (Christos) Tzolis, (Vangelis) Pavlidis, yang bagi saya mereka adalah pemain yang membuat perbedaan,” kata mantan pemain Timnas Jerman tersebut.
Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan Schweinsteiger terhadap performa Jerman yang gagal memanfaatkan statusnya sebagai tuan rumah. Kekalahan dari Yunani juga membuat pekerjaan Klopp pada awal masa kepemimpinannya menjadi lebih berat, setelah hasil imbang melawan Belanda belum memberikan momentum positif bagi Der Panzer.
Jerman Hadapi Serbia dan Yunani
Jerman akan mendapat kesempatan untuk merespons kritik tersebut ketika menjamu Timnas Serbia di Allianz Arena, Munich, pada Jumat (02/10) dini hari WIB. Pertandingan itu menjadi agenda kandang berikutnya bagi pasukan Klopp setelah kekalahan di WWK Arena.
Setelah menghadapi Serbia, Jerman dijadwalkan kembali bertemu Yunani. Kali ini, pertandingan berlangsung di kandang Yunani pada 05/10. Dua laga tersebut juga akan menjadi kesempatan bagi Klopp untuk menurunkan susunan pemain yang berbeda dibandingkan skuad yang tampil dalam pertandingan melawan Belanda dan Yunani sebelumnya.
Schweinsteiger tetap berharap Klopp mampu membangun tim yang sesuai dengan karakter kepelatihannya. “Semoga Jurgen Klopp berhasil mengembangkan tim yang dapat memainkan sepak bola ala Klopp,” ucapnya.
