Serangan Media Sosial terhadap Prabowo Menunjukkan Pola Tidak Biasa
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengungkapkan bahwa gelombang serangan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial belakangan ini tidak mengikuti pola yang biasa. Menurutnya, serangan tersebut dilakukan secara sistematis, massif, dan terstruktur di berbagai platform seperti Facebook, Twitter, YouTube, Instagram, hingga Threads.
Serangan yang Terstruktur
Menurut Amir, dalam konteks intelijen modern, perang opini di dunia digital bukan lagi hanya sekedar perdebatan antar pendukung politik. Serangan yang dilancarkan secara berkesinambungan dengan narasi seragam dan waktu yang hampir bersamaan dapat dikategorikan sebagai operasi delegitimasi terhadap kekuasaan politik.
Amir menjelaskan bahwa pola serangan yang terjadi bukan sekadar kritik spontan dari masyarakat. Ada penataan narasi tertentu, pengulangan isu, penggiringan emosi publik, dan target utama yang ingin melemahkan legitimasi Presiden Prabowo di mata rakyat.
Operasi Digital Terstruktur
Salah satu indikator operasi digital terstruktur adalah penyebaran isu yang sama secara simultan di banyak platform dalam rentang waktu yang singkat. Narasi ini kemudian diperkuat oleh akun anonim, influencer politik, konten video pendek, meme, dan komentar-komentar yang membentuk opini tertentu.
Amir menyebut bahwa dalam lingkungan intelijen, operasi seperti ini dikenal sebagai psychological operation atau psyops digital, yang bertujuan untuk membentuk persepsi publik secara massif.
