Staf Khusus Menteri Agama Rayakan Hardiknas Bersama Anak-Anak di Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia
Pada tanggal 2 Mei 2026, Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, memutuskan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan cara yang berbeda. Ia mengunjungi kegiatan belajar anak-anak di Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia yang berlokasi di Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah anak dari kalangan kurang mampu, termasuk anak-anak pemulung di sekitar wilayah tersebut.
Misi Pendidikan Nonformal
Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia telah beroperasi selama lima tahun dan secara khusus menyediakan pendidikan nonformal bagi anak-anak yang membutuhkan. Lokasi kegiatan ini sudah berpindah-pindah sebanyak sembilan kali sejak didirikan, dimulai dari area penampungan sampah hingga rumah warga yang bersedia meminjamkan tempatnya.
Para pendiri yayasan, Ibu Linda dan Ibu Agnes, menyampaikan bahwa meskipun sering berpindah tempat, antusiasme anak-anak untuk belajar tetap tinggi. Mereka selalu bertanya apakah masih dapat belajar di tempat baru. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak di sekitar lingkungan mereka.
Pendidikan Gratis dan Multireligi
Sebanyak 38 anak berusia 4 hingga 12 tahun mengikuti kegiatan belajar di Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia tanpa dipungut biaya apapun. Mereka belajar calistung (membaca, menulis, dan menghitung) serta berbagai kegiatan kreatif lainnya. Pendekatan multireligius juga terlihat dari adanya 7 relawan pengajar lintas agama, yang terdiri dari Muslim dan Kristen, yang dengan sukarela memberikan ilmu tanpa bayaran.
Keberadaan Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki akses penuh terhadap pendidikan formal. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan misi pendidikan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masa depan generasi muda Indonesia.
