Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Keanggotaan Indonesia dalam BoP, yang piagamnya disepakati di Davos, Swiss pada Januari 2026, dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong perdamaian di Gaza. Selama lebih dari setengah abad, upaya diplomasi global untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel mengalami kebuntuan.
Ian Montrama, Direktur Riset Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), menyatakan pandangannya dalam acara Networking Iftar bersama jurnalis media nasional di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BoP yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump didasari oleh tiga pertimbangan fundamental.
Pertama, langkah ini sebagai implementasi dari konstitusi Indonesia yang menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan. Kedua, terjadi stagnasi dalam diplomasi global yang gagal menyelesaikan konflik Israel-Palestina, sehingga BoP diharapkan membawa terobosan baru setelah 119 resolusi PBB sejak 1965 terbukti tidak mampu menciptakan perdamaian yang nyata bagi Palestina. Ketiga, kebutuhan akan solusi cepat untuk menghentikan tragedi kemanusiaan dan genosida di Gaza yang tidak bisa ditunda lagi adalah faktor penting dalam keputusan bergabung dengan BoP.
Sumber: Sindonews
