Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, menyatakan bahwa pihaknya sedang mempercepat proses rehabilitasi Sumatera pasca bencana, khususnya di wilayah Aceh. Ini terungkap dalam rapat Kick Off Meeting Pelaksanaan Program dan Anggaran Tahun Anggaran 2026 yang diadakan di The Alana Hotel & Conference Center, Sentul, Bogor pada tanggal 14-16 Januari 2026. Tujuan dari acara ini adalah untuk memastikan pelaksanaan program strategis yang efektif serta penggunaan anggaran yang tepat guna demi manfaat masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Safrizal ZA menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pada tahun 2026 tidak boleh terpaku pada rutinitas administratif semata. Safrizal meminta seluruh jajaran untuk menciptakan inovasi yang melebihi kegiatan rutin, dengan fokus pada pencapaian indikator kinerja dan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Menurutnya, semua kegiatan harus didasarkan pada data dan bukti lapangan serta berorientasi pada kegiatan inovatif yang memberikan dampak langsung, bukan hanya menambah volume kegiatan rutin.
Langkah percepatan rehabilitasi Sumatera pasca bencana, terutama di Aceh, merupakan upaya yang bertujuan untuk memastikan proses rekonstruksi dan pemulihan pascabencana dapat berjalan efektif dan efisien. Dengan fokus pada inovasi, data, dan dampak yang signifikan, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan saarkan dapat memberikan kontribusi positif yang nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana.
