28.7 C
Jakarta

Indonesia Lawan Korupsi dan Serakah: Langkah Menuju Keadilan

Published:

Prabowo Soroti Perang Melawan Korupsi dan Keserakahan di Forum APEC

Di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik, Presiden Prabowo Subianto menempatkan isu yang tak selalu nyaman dibicarakan: korupsi, penipuan, dan praktik bisnis yang serakah. Dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Gyeongju, Republik Korea, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya besar di atas kertas, tetapi juga adil dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.

Indonesia Ingin Jadi Jembatan Ekonomi

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia memandang dirinya sebagai penghubung antara ekonomi maju dan negara berkembang dalam menghadapi tantangan global. Dalam pandangannya, kerja sama kawasan tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan, melainkan juga pada keberanian membereskan persoalan yang menggerus kepercayaan dan menghambat kemajuan.

Ia menekankan bahwa korupsi dan perilaku bisnis yang tidak etis merupakan penghalang serius bagi pertumbuhan riil. Karena itu, Indonesia, kata dia, perlu memperkuat langkah-langkah yang memastikan ekonomi bergerak ke arah yang lebih bersih, terbuka, dan inklusif.

UMKM dan Koperasi Jadi Tumpuan

Selain menyoroti persoalan tata kelola, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi. Menurut dia, Indonesia telah menjalankan berbagai program untuk memperkuat sektor ini, termasuk mendorong akses digital dan keuangan agar pelaku usaha kecil bisa masuk ke rantai nilai global.

Langkah tersebut dipandang penting karena UMKM dan koperasi menjadi penopang utama ekonomi domestik. Dengan dukungan yang lebih luas, sektor ini diharapkan tidak berhenti sebagai penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam arus perdagangan dan produksi internasional.

Pesan untuk Pertumbuhan yang Lebih Bersih

Dalam forum APEC itu, Prabowo menegaskan bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak bisa dijawab dengan slogan semata. Ia mendorong tindakan nyata untuk melawan praktik korupsi, penipuan, dan keserakahan yang selama ini kerap menjadi beban bagi pembangunan.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kuat harus berjalan seiring dengan keadilan dan integritas. Di tengah persaingan ekonomi kawasan yang makin ketat, pesan itu menjadi penegasan bahwa daya saing tidak hanya ditentukan oleh angka pertumbuhan, tetapi juga oleh keberanian membangun sistem yang lebih bersih dan memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk naik kelas.

Source link

Related articles

Recent articles