28.2 C
Jakarta

Ruben Amorim Tegaskan Susunan Pemain Ada di Tangannya

Published:

Kemenangan 3-0 atas Lecce menjadi kesempatan bagi Ruben Amorim untuk menjelaskan prinsipnya dalam menentukan pemain AC Milan. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa masukan dari pemain tetap didengar, tetapi keputusan akhir mengenai susunan tim berada di tangannya.

Berbicara kepada DAZN seusai pertandingan, Amorim mengatakan pemilihan pemain harus didasarkan pada pengamatan terhadap laga serta karakteristik setiap pemain. Menurut dia, pelatih tidak dapat menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya kepada pemain, terutama ketika menangani klub besar.

Amorim: Identitas tim tidak boleh ditentukan pemain

“Menurut saya itu soal mengamati laga dan karakteristik masing-masing pemain. Saya tentu mendengarkan para pemain, tetapi bagi seorang pelatih, terutama di klub besar, mustahil mengambil keputusan hanya dengan mendengarkan mereka,” ujar Amorim.

Ia menjelaskan, setiap pemain secara alami cenderung mengarahkan permainan agar sesuai dengan karakteristiknya sendiri. Jika kecenderungan itu menjadi dasar utama dalam menentukan cara bermain, proses membangun identitas tim dapat menjadi lebih sulit.

“Anda melihat mereka, Anda berusaha memahami mereka, tetapi setiap pemain cenderung mendorong permainan ke arah karakteristiknya sendiri, dan dengan begitu membangun identitas menjadi sulit. Jadi keputusan akhir selalu ada pada saya,” katanya.

Penegasan tersebut disampaikan Amorim setelah Milan meraih kemenangan atas Lecce. Ia juga mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap pertandingan-pertandingan terakhir membuatnya menyadari pentingnya menyesuaikan pendekatan dengan komposisi pemain yang tersedia.

Skema tiga bek tetap menjadi pilihan

Amorim mengaku pengalaman sebelumnya di Manchester United turut memengaruhi cara berpikirnya. Ia menilai, salah satu hal yang harus dihindari adalah memaksakan gaya bermain ketika tim tidak memiliki pemain dengan karakteristik yang sesuai.

“Yang saya perhatikan dalam laga-laga terakhir, dan yang sudah saya alami di Man United, sehingga saya tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama, adalah kadang kami tidak memiliki karakteristik ideal untuk bermain dengan cara tertentu,” tutur Amorim.

Karena itu, ia memilih memberi ruang bagi tim untuk beradaptasi. Menurut Amorim, pendekatan tersebut berjalan baik saat menghadapi Lecce, tetapi bukan berarti Milan akan meninggalkan semua opsi taktik lain. Skema tiga bek sejajar masih dapat digunakan pada pertandingan berikutnya.

“Jika tidak punya, kami harus sedikit beradaptasi: menurut saya itu berhasil hari ini, sementara di laga lain kami bisa kembali ke formasi tiga bek,” ujarnya.

Bagi Amorim, kemampuan mengubah cara bermain menjadi penting dalam kompetisi Italia. Ia menilai para pelatih di negara tersebut mampu menerapkan penjagaan man-to-man dengan baik, sehingga lawan dapat menyulitkan Milan ketika mampu menjaga fokus terhadap rencana permainan.

“Kuncinya adalah punya berbagai cara bermain, terutama di Italia, karena para pelatih di sini sangat cerdas. Mereka menjaga man-to-man dengan sangat baik, dan ketika mereka sedikit kehilangan fokus pada apa yang ingin kami lakukan, semuanya jadi lebih sulit bagi mereka,” kata Amorim.

Ia juga mengakui bahwa mobilitas tim lawan terkadang membuatnya kesulitan membaca pertandingan. Fleksibilitas taktik, menurutnya, menjadi bagian penting dari upaya Milan menghadapi variasi permainan lawan.

Source link

Related articles

Recent articles