28 C
Jakarta

Aturan Sponsor Judi: Serie A Lebih Ketat daripada EPL

Published:

Larangan sponsor judi di Serie A dinilai lebih ketat daripada aturan yang mulai diterapkan Premier League musim ini. Di Inggris, perusahaan judi masih dapat menampilkan mereknya di sejumlah area, sementara Italia memperluas pelarangan hingga lengan jersey, perlengkapan latihan, papan iklan, dan branding stadion.

Perbedaan aturan itu membuat klub-klub Inggris menghadapi tantangan baru dalam mencari sumber pendapatan pengganti. Premier League baru melarang sponsor judi di bagian depan jersey pada musim ini. Namun, perusahaan dari industri tersebut masih diperbolehkan hadir di lengan pakaian, jersey latihan, serta berbagai ruang promosi di stadion.

Klub Inggris Kehilangan Nilai Sponsor

Sejumlah klub Inggris bahkan mengawali musim tanpa sponsor pengganti. Mereka tampil dengan jersey tanpa sponsor atau menggunakan sponsor sementara karena perusahaan dari sektor lain belum mampu menawarkan nilai kerja sama yang setara dengan industri perjudian.

Industri keuangan dan pariwisata menjadi beberapa bidang yang menggantikan posisi sponsor judi. Namun, nilai pembayaran dari sektor-sektor tersebut disebut lebih rendah. Kondisi itu mendorong klub-klub Premier League untuk mencari pendekatan lain dalam mempertahankan pemasukan komersial.

Salah satu daya tarik klub-klub Italia bagi perusahaan Inggris adalah jangkauan internasional yang mereka miliki. Setelah kehilangan sponsor lama, klub-klub Premier League disebut sedang melihat potensi yang sebelumnya dimanfaatkan klub-klub Serie A, meski dengan batasan aturan yang berbeda.

Celah Hukum di Balik Sponsor Serie A

Di Italia, larangan sponsor judi mencakup lebih banyak ruang promosi. Selain bagian depan jersey, aturan tersebut berlaku untuk lengan pakaian, papan iklan di stadion, hingga branding stadion secara keseluruhan. Karena itu, regulasi Serie A dinilai lebih menyeluruh dibandingkan ketentuan Premier League.

Meski demikian, Inter Milan disebut masih memperoleh sekitar 30 juta euro per tahun dari perusahaan judi. Pendapatan itu tidak semata-mata berasal dari penempatan logo perjudian secara langsung. Perusahaan-perusahaan tersebut membangun merek media dan konten yang benar-benar beroperasi, tetapi tetap dimiliki serta didanai oleh perusahaan judi.

Struktur tersebut memungkinkan kerja sama komersial bertahan selama bertahun-tahun meski berada dalam pengawasan ketat. Dengan kata lain, celah yang dimanfaatkan di Italia bukan sekadar perubahan nama atau penempatan logo, melainkan pembentukan entitas media dan konten yang memiliki bentuk bisnis tersendiri.

Situasi ini menempatkan Premier League pada pilihan yang rumit. Kompetisi Inggris masih mencari pengganti pendapatan dari sponsor judi, tetapi jawabannya mungkin tidak sepenuhnya berasal dari industri yang berbeda. Kemungkinan lainnya adalah munculnya model serupa dengan pendekatan yang lebih cermat untuk memenuhi aturan baru tanpa benar-benar kehilangan hubungan komersial dengan industri tersebut.

Source link

Related articles

Recent articles