GVVV memberhentikan pelatih kepala Dennis van Beukering dan asistennya, Jhon van Beukering, menyusul keributan saat menghadapi IJsselmeervogels di Tweede Divisie Belanda. Insiden tersebut diduga menyebabkan pemain IJsselmeervogels, Quiermo Dumay, kehilangan tiga gigi dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Keributan terjadi ketika pemain serta staf kedua tim menuju ruang ganti setelah berakhirnya babak pertama pada pertandingan Sabtu (13/9/2026). Jhon, mantan striker Timnas Indonesia, kemudian terlibat perselisihan dengan Dumay.
Menurut laporan media Belanda, Jhon diduga memukul wajah Dumay. Foto-foto yang beredar memperlihatkan pemain berdarah Jawa-Suriname itu dalam kondisi berlumuran darah. Ia dilaporkan mengalami cedera hingga tiga giginya tanggal sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
GVVV hentikan kerja sama dengan dua bersaudara
GVVV melakukan evaluasi tidak lama setelah pertandingan dan memutuskan bahwa Dennis serta Jhon tidak lagi menjalankan tugas mereka di klub. Dennis sebelumnya menjabat pelatih kepala, sedangkan Jhon menjadi asistennya.
“GVVV sangat terkejut dengan peristiwa yang terjadi pada Sabtu sore saat jeda pertandingan melawan IJsselmeervogels,” tulis klub dalam pernyataan resmi.
Klub menegaskan tidak memberikan ruang bagi kekerasan fisik, baik di dalam maupun di luar lapangan. Perbuatan semacam itu dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang GVVV.
Setelah melakukan penyelidikan awal, manajemen menyatakan tidak menemukan alasan yang cukup untuk mempertahankan hubungan kerja dengan kedua bersaudara tersebut. Keputusan itu sekaligus mengakhiri masa kerja Jhon secara mendadak sebagai bagian dari staf kepelatihan klub kasta ketiga Belanda tersebut.
Jhon menyampaikan versi berbeda
Meski laporan media menyebut dirinya diduga menyerang Dumay, Jhon memberikan penjelasan berbeda mengenai pemicu keributan. Ia mengklaim bukan pihak yang pertama melakukan kekerasan.
Menurut versi Jhon, Dumay lebih dahulu memukul Dennis. Ia kemudian ikut terlibat dalam insiden yang terjadi saat rombongan kedua tim bergerak menuju ruang ganti tersebut.
Kasus ini masih ditangani kepolisian setempat. Karena pemeriksaan belum selesai, urutan kejadian secara menyeluruh—termasuk siapa yang lebih dahulu melakukan kekerasan—belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan.
Perjalanan Jhon di sepak bola
Sebelum diberhentikan, Jhon dipercaya mendampingi kakaknya menangani GVVV di Tweede Divisie. Kompetisi itu merupakan kasta ketiga sepak bola Belanda sekaligus tingkat tertinggi dalam sistem kompetisi amatir di negara tersebut.
Nama Jhon pernah dikenal oleh publik sepak bola Indonesia setelah memperoleh kesempatan memperkuat Timnas Indonesia pada 2012. Ia termasuk dalam kelompok pemain keturunan yang bergabung dengan skuad Garuda pada periode tersebut bersama Raphael Maitimo dan Tony Cussell.
Perannya di GVVV kini berakhir ketika proses hukum atas insiden dengan Dumay masih berjalan. Kepolisian masih mendalami keterangan pihak-pihak yang terlibat untuk memastikan kronologi keributan pada jeda laga melawan IJsselmeervogels itu.
