Alphadjo Cisse memanfaatkan perubahan komposisi lini serang AC Milan untuk mencuri perhatian pada awal musim. Pemain muda itu telah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan, sebuah catatan yang menempatkannya sebagai top skor sementara klub sekaligus memunculkan pembicaraan mengenai peluangnya membela tim nasional Italia.
Pelatih Milan, Ruben Amorim, menilai Cisse memiliki keberanian dan kesiapan untuk bermain bersama timnas Italia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sang pemain masih membutuhkan waktu agar dapat berkembang secara optimal di level klub.
“Jika Cisse bermain untuk timnas, dia akan bebas, dia sudah siap,” ujar Amorim dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Lazio di Stadion Olimpico.
Kesempatan terbuka di lini serang Milan
Posisi Cisse di skuad utama Milan berubah cukup cepat. Sebelum pramusim, ia sempat berada dalam situasi yang membuatnya hampir dipinjamkan. Namun, kepergian Rafael Leao dan Christopher Nkunku, ditambah kondisi Christian Pulisic yang belum sepenuhnya fit, membuka ruang bagi Cisse untuk mendapatkan kesempatan.
Amorim kemudian menempatkannya sebagai gelandang serang kiri dalam formasi 3-4-2-1. Kepercayaan itu langsung dijawab Cisse dengan gol pada laga debutnya menghadapi Torino. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Milan bertemu Juventus.
Dua gol dari tiga penampilan membuat Cisse menjadi salah satu pilihan menarik di lini depan Rossoneri. Performa dalam dua pertandingan tandang pertama musim ini juga menjadi dasar munculnya pertanyaan kepada Amorim mengenai kemungkinan pemanggilan pemain tersebut ke timnas Italia.
Amorim meyakini Cisse tidak akan merasa gentar apabila kesempatan bersama tim nasional benar-benar datang. “Tapi jika Anda memasukkannya ke timnas, dia tidak akan malu-malu, dia akan bermain,” katanya.
Amorim meminta Cisse diberi waktu
Meski memberikan penilaian positif, Amorim tidak ingin perkembangan Cisse dinilai hanya dari awal musim yang menjanjikan. Menurut dia, pemain muda tersebut masih harus meningkatkan kemampuannya, terutama setelah pelatih melihat perbedaan penampilan dalam situasi kandang dan tandang.
“Tapi di babak kedua, dia butuh lebih banyak waktu untuk berkembang. Saya sudah melihat perbedaan antara laga kandang dan tandang,” ujar Amorim.
San Siro disebut sebagai salah satu tantangan yang perlu dihadapi Cisse dalam proses adaptasinya. Tekanan bermain di kandang Milan dinilai berbeda dibandingkan ketika tim menjalani pertandingan tandang.
“Bermain di San Siro itu berat, beri dia waktu. Tapi jika Anda memasukkannya ke timnas, dia tidak akan malu-malu, dia akan bermain. Tapi beri dia waktu untuk menjadi pemain sebaik yang dia bisa,” kata Amorim.
Dalam kesempatan yang sama, Amorim juga tidak ingin terlalu menekankan posisi Milan di klasemen pada tahap awal musim. Baginya, berada di puncak hanya untuk sementara belum menjadi sesuatu yang penting.
“Standar klasemen tidak penting bagi saya saat ini. Berada di puncak untuk semalam tidak akan istimewa, itu benar untuk anak-anak, untuk anak saya,” ujarnya sambil tertawa.
Fokus Milan berikutnya adalah pertandingan melawan Lazio di Olimpico, sementara Cisse berusaha melanjutkan kontribusinya setelah mencetak dua gol dalam tiga laga pertamanya.
