33.8 C
Jakarta

Prediksi Perang Dingin Baru: AS vs China

Published:

Mahfuz Sidik: Perang Dingin Baru antara AS vs China Bukan Hanya Sekadar Persaingan Ekonomi

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, menilai bahwa rivalitas perebutan hegemoni global antara Amerika Serikat (AS) dan China (Tiongkok) tidak lagi hanya merupakan persaingan ekonomi biasa. Menurutnya, persaingan ini merupakan perebutan supremasi geopolitik jangka panjang yang berdampak luas terhadap tatanan dunia.

Perang Dingin Baru: Tantangan Global dalam Jangka Panjang

Mahfuz Sidik memprediksi bahwa perang dingin baru antara AS dan China diprediksi akan terjadi dalam rentang waktu 5 hingga 15 tahun ke depan. Rivalitas ini diprediksi akan menciptakan efek domino global yang berdampak pada sektor-sektor vital di berbagai negara. Perang Dingin ini merupakan periode persaingan geopolitik, ketegangan, dan konfrontasi tanpa pertempuran militer langsung antara kedua negara.

Dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik yang berjudul ‘Perang Supremasi AS vs Tiongkok: Skenario Konflik Geopolitik Global’ yang disampaikan pada Jumat, Mahfuz Sidik menekankan bahwa perang dingin baru antara AS dan China akan memiliki dampak yang signifikan dalam geopolitik global.

“Kita memprediksi dalam rentang waktu 5 hingga 15 tahun ke depan, antara AS vs Tiongkok akan terjadi perang dingin baru,” ujar Mahfuz Sidik.

Rivalitas antara dua kekuatan besar ini diprediksi akan mengubah dinamika hubungan internasional dan memengaruhi berbagai kebijakan serta strategi di berbagai negara di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan antara AS dan China tidak hanya mencakup aspek ekonomi dan perdagangan, tetapi juga melibatkan aspek politik, keamanan, dan strategi geopolitik.

Source link

Related articles

Recent articles