25.8 C
Jakarta

Todung Mulya Lubis: Desak Pemerintah Usut Kasus Meninggalnya Bambang

Published:

Todung Mulya Lubis Mendesak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Meninggalnya Bambang

Pengacara senior dan tokoh pejuang HAM, Todung Mulya Lubis, menekankan pentingnya pemerintah dan pihak terkait segera mengusut tuntas kasus meninggalnya Bambang Setiyawan (60), warga Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saat bentrokan antara aparat dan massa aksi di Pejompongan terjadi pada Kamis (27/8/2026), Bambang menjadi korban yang meninggal. Dalam video yang beredar, terlihat Bambang diduga meninggal akibat dikeroyok massa aksi tak dikenal selama kerusuhan berlangsung.

Penyelidikan Segera Dilakukan

Todung Mulya Lubis menyoroti bahwa insiden ini seharusnya tidak terjadi. Penghilangan nyawa seseorang merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah, aparat keamanan, dan pihak terkait untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

Menurut Todung, Bambang bukanlah seorang demonstran, namun terlibat secara tidak langsung dalam aksi tersebut serta menjadi korban kekerasan yang mengakibatkan kematiannya. Tindakan kekerasan seperti ini tidak dapat dibiarkan tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

Tindak kekerasan yang terjadi selama aksi demonstrasi seharusnya tidak mengarah pada tragedi kemanusiaan seperti yang menimpa Bambang. Todung Mulya Lubis menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Source link

Related articles

Recent articles