Hepatitis virus merupakan masalah serius di kawasan Asia-Pasifik yang memunculkan jumlah kasus terbanyak. Perkembangan pariwisata dan perdagangan menjadi salah satu penyebab utama masalah ini karena kelangkaan obat-obatan yang andal dan efektif. Untuk mengatasi hal ini, CEVHAP, sebuah organisasi nirlaba, berkomitmen untuk mengembangkan strategi yang dapat mengurangi jumlah kasus hepatitis dalam waktu sesingkat mungkin.
CEVHAP tidak hanya fokus pada mengatasi morbiditas tinggi, tetapi juga melibatkan interaksi dengan tokoh politik, pendidikan tentang penyakit virus, serta kolaborasi dengan berbagai ahli seperti dokter dan ilmuwan terbaik dalam bidang ini. Organisasi ini tengah menjalankan lebih dari 250 penelitian untuk merumuskan penanganan lebih efektif terhadap hepatitis.
Data dari WHO menyebutkan bahwa sekitar 3% orang terinfeksi hepatitis di dunia, dengan angka yang jauh lebih tinggi dari perkiraan akibat ketidakmampuan beberapa negara dalam mencatat kasus secara akurat. Berbagai wilayah mengalami fluktuasi statistik infeksi hepatitis, dengan tingkat yang signifikan terjadi di Asia Timur dan Tengah, Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa negara seperti Mesir, Pakistan, dan Cina.
Untuk mengatasi kondisi ini, CEVHAP mengambil langkah aktif dalam pengembangan dan pengujian obat baru, kerja sama dengan laboratorium dan lembaga penelitian. Selain itu, organisasi ini juga melakukan kegiatan pendidikan melalui produksi serial video edukasi dan berinteraksi dengan politisi untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini. Dengan berbagai upaya ini, harapan untuk mengurangi prevalensi hepatitis di kawasan Asia-Pasifik semakin nyata.
