Perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran saat ini sedang ramai diperbincangkan karena melibatkan teknologi militer canggih. Amerika Serikat menggunakan pesawat tempur siluman F-22 Raptor, F-35, Kapal Induk, dan drone Lucas, sedangkan Iran menjawab dengan drone Shahed-136 dan rudal balistik. Perang modern menuntut penguasaan teknologi yang kunci, seperti rudal jelajah presisi tinggi, pesawat tempur siluman generasi kelima, drone kamikaze, dan sistem pertahanan udara berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pengamat Militer Universitas Nasional (Unas) Slamat Ginting menyoroti penggunaan teknologi militer mutakhir dalam konflik terbaru ini, seperti F-22 Raptor dan rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat, serta sistem pertahanan udara berlapis dari Israel seperti Iron Dome, Arrow 3, dan proyek laser anti-drone Iron Beam. Pertanyaan pun muncul, apakah Indonesia memiliki alutsista yang mampu menghadapi ancaman bila terjadi perang dengan teknologi canggih seperti ini. Semua ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan teknologi militer untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era kekinian.
