Ramadan adalah bulan suci bagi umat Islam yang tidak hanya sekadar beribadah kepada Allah, tetapi juga membangun kerukunan dan persatuan. Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, bulan Ramadan merupakan momen untuk bersama-sama berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjalankan amalan-amalan ibadah sesuai syariat Islam. Dalam kuliah Tarawih di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Abdul Mu’ti menyampaikan pentingnya menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan iman dan harapan pahala dari Allah. Beliau juga menekankan pentingnya istighfar, membaca doa-doa yang disyariatkan, dan memenuhi kewajiban berpuasa Ramadhan meskipun berat.
Dalam Islam, Ramadan dijuluki sebagai bulan ampunan (syahru maghfirah) karena Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang menjalankan puasa dengan iman dan harapan pahala. Selain itu, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan puasa (syahru shiyam) yang di dalamnya umat Islam diwajibkan untuk berpuasa walaupun mungkin terasa berat. Menurut Al Baqarah ayat 184, orang yang tidak mampu berpuasa di bulan Ramadan disarankan untuk menggantinya dengan membayar fidyah atau memberi makan seorang miskin.
Dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, umat Islam diharapkan dapat memperoleh ampunan, keberkahan, dan peningkatan keimanan. Selain itu, bulan Ramadan juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan, membangun kerukunan, dan meraih berkah dari Allah SWT. Dengan menjalankan ibadah puasa, membaca doa-doa, dan melaksanakan perintah Allah dengan tulus, umat Islam diharapkan dapat meraih kebaikan dan keberkahan dalam hidupnya.
