Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) telah meluncurkan Buku Putih 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Dokumen ini memberikan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan strategis untuk memastikan keberlanjutan sistem kelistrikan dalam negeri, terutama dalam konteks peningkatan pembangkit energi bersih. Peluncuran buku ini berlangsung di Jakarta, seiring dengan Musyawarah Nasional MKI pada Sabtu (14/2/2026).
Dalam menyusun Buku Putih ini, MKI memperhatikan visi pemerintah terkait peningkatan kapasitas pembangkit listrik, dengan sebagian besar berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT). Koordinator Dewan Pakar MKI, Bambang Praptono, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik nasional. Dia juga mengingatkan bahwa risiko krisis listrik jangka pendek dapat terjadi jika pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tidak sesuai dengan target yang ditentukan.
Analisis dalam Buku Putih MKI juga menyoroti potensi hambatan pada infrastruktur jaringan dan tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara. Oleh karena itu, poin penting yang ditekankan adalah pentingnya mengeksekusi proyek sesuai jadwal, anggaran, dan kualitas yang diinginkan, dengan dukungan task force yang kuat. Melalui Buku Putih 2026, MKI berharap dapat memberikan panduan yang jelas dan terukur untuk menghadapi perubahan menuju energi bersih yang lebih berkelanjutan di masa depan.
