29.2 C
Jakarta

Tantiem Saat Perusahaan Rugi: Kritik Prabowo pada Direksi BUMN

Published:

Tantiem Saat Perusahaan Rugi: Kritik Prabowo pada Direksi BUMN

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap sejumlah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tetap meminta bonus atau tantiem saat perusahaan yang mereka pimpin justru merugi. Dalam pidatonya saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur, Prabowo menilai praktik semacam itu mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola BUMN.

Prabowo Soroti Etika Direksi BUMN

Prabowo menyebut ada direksi BUMN yang dinilainya tidak menjalankan tugas secara optimal, tetapi tetap mengajukan bonus tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan. Ia menegaskan, sikap seperti itu tidak patut ditoleransi, terlebih ketika perusahaan berada dalam keadaan rugi.

Menurut Prabowo, pengelolaan BUMN semestinya berorientasi pada tanggung jawab dan hasil kerja yang nyata, bukan sekadar fasilitas bagi para pejabatnya. Kritik itu ia sampaikan sebagai bentuk penekanan bahwa perusahaan milik negara harus dikelola dengan disiplin, akuntabel, dan memiliki rasa malu bila kinerja belum membaik.

Pesan soal Kepatutan dalam Mengelola Aset Negara

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Prabowo juga menyinggung pentingnya kepatutan dalam mengelola aset negara. BUMN, kata dia dalam substansi kritiknya, bukan ruang untuk menikmati keuntungan pribadi ketika perusahaan belum memberikan hasil yang sepadan. Kondisi rugi seharusnya menjadi alarm bagi direksi untuk berbenah, bukan justru menjadi alasan tetap mengejar bonus.

Kritik tersebut menambah sorotan terhadap tata kelola BUMN, terutama pada aspek integritas dan kepantasan remunerasi. Di tengah upaya memperkuat sektor energi nasional, Prabowo tampak ingin menegaskan bahwa kinerja dan tanggung jawab harus menjadi ukuran utama, bukan jabatan semata.

Source link

Related articles

Recent articles