Program Pesantren Kilat Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta pada Januari 2025 merupakan inisiatif yang mengundang peserta asal Australia untuk merasakan kehidupan pesantren secara langsung. Dalam program dua minggu ini, delapan belas pemuda Australia bangun sebelum subuh, bergegas ke kamar mandi untuk salat tahajud, dan menjalani berbagai aktivitas pesantren sehari-hari.
Peserta program ini, yang sebagian besar belum pernah terbiasa dengan kehidupan seperti ini, mengalami tantangan memakai sarung, salat berjamaah lima waktu, belajar membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian fikih dan tafsir, serta berlatih pidato dalam bahasa Arab dan Inggris. Meskipun program ini dirancang untuk menantang, para peserta Australia membuktikan ketahanan dan keberhasilan mereka dengan tetap bertahan hingga akhir program.
Eksperimen pendidikan sederhana ini membuahkan hasil yang positif, dengan peserta yang semula tidak terbiasa dengan kehidupan pesantren menjadi terlibat sepenuhnya. Melalui pengalaman langsung dan interaksi antarbudaya, program Pesantren Kilat Internasional membawa efek mendalam bagi peserta, meninggalkan jejak yang berharga dalam pemahaman agama dan hubungan sosial.
Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much. Hasan Darojat, menekankan bahwa meskipun program ini tidak mudah, manfaat yang diperoleh peserta sangat berharga. Harapannya adalah agar program ini tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga mempererat hubungan antarbudaya di tengah masyarakat yang multikultural. Dengan demikian, Program Pesantren Kilat Internasional sukses menjadi rekayasa pendidikan yang unik dan berdampak positif bagi semua pihak yang terlibat.
