6.9 C
New York

Mengenal DJ Donny: Profil dan Prestasi – ANTARA News

Published:

DJ Donny, atau Ramond Donny Adam, adalah sosok yang saat ini sedang ramai diperbincangkan publik setelah rumahnya di Jakarta dilempari bom molotov. Kejadian tersebut masih belum terungkap pelakunya, namun Donny telah melaporkan insiden teror ini ke Polda Metro Jaya pada tanggal 31 Desember. Sebelumnya, rumahnya juga menerima teror paket yang berisikan bangkai ayam, serta Manajer Kampanye Iklim dan Energi, Iqbal Damanik, mengalami teror serupa pada tanggal 30 Desember.

Dalam paket teror, terdapat tulisan yang mengancam dan menyebutkan “Jagalah ucapan-mu apabila Anda ingin menjaga keluargamu, mulutmu harimau-mu”. Namun, seperti apakah sosok DJ Donny yang menjadi korban teror ini? Profil dan rangkaian teror yang dialaminya dapat digambarkan berdasarkan informasi yang terhimpun dari berbagai sumber.

Ramond Donny Adam lahir di Ujung Pandang, Makassar, pada tanggal 18 Mei 1984. Meskipun berasal dari Sulawesi Selatan, Donny menghabiskan masa tumbuh kembangnya di Aceh sebelum menetap di Jakarta pada tahun 2005 untuk mengembangkan karirnya. Profesionalitas Donny sebagai seorang DJ dimulai dari klub malam terkenal seperti Second Floor Bar & Lounge, Tipsy Bar & Lounge, Nu’China Bar, Venue Bar & Lounge, hingga X2 Club Jakarta. Seiring dengan perkembangan media sosial, Donny juga aktif membangun personal branding melalui platform seperti Instagram dan TikTok.

Pada Pemilu 2019, Donny mencoba peruntungan di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan di daerah pemilihan Aceh I, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Selain sebagai DJ, Donny juga terlibat dalam industri musik dengan memegang beberapa label musik di Indonesia serta menjabat sebagai Executive Director PT Adam Mandiri.

Teror pertama yang dialami oleh Donny terjadi pada Malam Senin tanggal 29 Desember, ketika ia menerima paket yang berisikan bangkai ayam tanpa kepala beserta ancaman dari pihak tak dikenal. Kejadian teror berlanjut pada dini hari 31 Desember, ketika dua orang tak dikenal terlihat melemparkan bom molotov ke halaman rumah Donny. Donny langsung melaporkan serangkaian teror ini ke Polda Metro Jaya dan memberikan rekaman CCTV sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Source link

Related articles

Recent articles