Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah untuk menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dengan mengirim helikopter pribadi ke Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Sesuai dengan keterangan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Prabowo mengirimkan helikopter pribadi tersebut sejak awal minggu pertama bencana. Helikopter tersebut tersedia untuk Gubernur Aceh beserta timnya, bahkan hingga keluarganya, untuk membantu dalam penanganan bencana.
Teddy juga memberikan informasi terkait klaim aktivitas 50 helikopter yang dikirimkan oleh Prabowo. Menurutnya, terdapat 53 helikopter yang berasal dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Pertamina, dan swasta. Helikopter-helikopter ini digunakan untuk mengirimkan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui darat, terutama ke desa-desa yang jalannya terputus atau belum tersambung.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga mengungkapkan bahwa sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah beralih ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun, masih ada juga daerah yang memperpanjang masa tanggap darurat, menunjukkan bahwa upaya penanganan bencana masih berlangsung. Selain itu, informasi yang diungkapkan oleh Teddy Indra Wijaya ini dapat memberikan gambaran mengenai dedikasi dan kepedulian pemerintah dalam menangani bencana alam yang terjadi.
