Urgensi Pengadaan Proyek Whoosh: Teguran Megawati Sejak 2015
Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK atas dugaan mark up dalam proyek kereta cepat Whoosh kembali menyeret ingatan lama di tubuh PDIP. Ketua DPP PDIP My Esti Wijayati menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah mengingatkan sejak 2015 soal urgensi proyek tersebut, termasuk manfaat nyatanya bagi masyarakat.
Megawati Sudah Menanyakan Sejak Awal
Pernyataan itu disampaikan My Esti saat menanggapi penyelidikan KPK di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Menurut dia, Megawati kala itu tidak semata-mata melihat proyek kereta cepat sebagai simbol kemajuan, melainkan mempertanyakan kapan proyek itu benar-benar dijalankan dan sejauh mana dampaknya untuk publik.
“Kapan ini akan dilakukan, lalu bagaimana dampaknya bagi masyarakat,” demikian inti pertanyaan yang, menurut My Esti, sudah disampaikan Megawati sejak 2015. Sikap itu, kata dia, menunjukkan bahwa dari awal ada kehati-hatian terhadap proyek besar yang menyangkut kepentingan banyak pihak.
PDIP Tunggu Proses Hukum Berjalan
Di tengah mencuatnya penyelidikan KPK, PDIP memilih menekankan posisi bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum harus ditangani sesuai prosedur. My Esti menegaskan, bila dalam proyek tersebut terbukti ada tindakan yang melanggar aturan, maka proses hukum perlu dijalankan sebagaimana mestinya.
Pernyataan itu sekaligus memberi sinyal bahwa PDIP tidak ingin buru-buru menarik kesimpulan sebelum penegakan hukum bekerja. Namun, pengingat Megawati sejak 2015 menjadi penanda bahwa perdebatan soal urgensi proyek ini bukan hal baru. Di balik sorotan terhadap dugaan mark up, ada pula pertanyaan lama yang kini kembali relevan: apakah proyek sebesar Whoosh sejak awal sudah dirancang dengan pertimbangan kebutuhan publik yang memadai.
Source link
