-13.9 C
New York

Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta untuk Program MBG

Published:

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), membagikan wawasan kunci dengan para pemimpin regional untuk menyelaraskan pemahaman terkait program-program andalan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Rabu (30 Juli). Acara tersebut mengusung tema “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” dan dihadiri oleh Muhamad Isra Ramli, Wakil I untuk Materi Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Wakil Menteri untuk Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Turut hadir pula beberapa pemimpin regional seperti Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan perspektif di semua tingkatan pemerintah untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan lancar dan terkoordinasi. Dia menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo bukanlah hasil improvisasi tetapi berdasarkan perencanaan jangka panjang yang banyak ide-idenya tercantum dalam buku yang ditulis Prabowo lebih dari sepuluh tahun yang lalu, yang saat ini menjadi dasar program-program pemerintah.

Salah satu inisiatif andalannya adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang Hasan gambarkan sebagai hasil dari visi jangka panjang yang matang. Dia mencatat bahwa program serupa telah diterapkan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang terlihat 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mendorong semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program tersebut. “Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya.

Selain itu, forum ini juga menjadi wadah bagi para pemimpin regional untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN terkait program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menghasilkan terobosan nyata di lapangan. Dia juga mengingatkan peserta bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan yang tak kalah penting—rasanya harus enak. “Jika makanan tidak enak dan tidak habis dimakan, tujuan tidak tercapai. Itulah mengapa saya katakan: jika makanan tidak enak, beri masukan. Sayang jika akhirnya dibuang,” katanya.

Source link

Related articles

Recent articles