28.3 C
Jakarta

Ruben Amorim Yakin Manchester United Bisa Juara Meski Sedang Terpuruk

Published:

Ruben Amorim Tetap Pasang Target Juara, Manchester United Masih Jauh dari Puncak

Manchester United tengah berada dalam fase yang jauh dari kata ideal, tetapi Ruben Amorim belum mau menurunkan standar. Di tengah posisi tim yang tercecer di peringkat ke-14 Liga Inggris dan baru tersingkir dari Piala FA usai kalah adu penalti dari Fulham, sang manajer tetap berbicara soal ambisi terbesar: menjuarai Premier League.

Amorim Tak Ingin United Kehilangan Arah

Amorim menegaskan, kondisi sulit bukan alasan untuk mengubah tujuan klub. Menurut dia, Manchester United harus tetap memelihara mental juara, meski performa di lapangan belum mendukung. Sikap itu menunjukkan bahwa ia ingin menjaga standar di ruang ganti, alih-alih menerima situasi saat ini sebagai sesuatu yang normal.

Manchester United terakhir kali mengangkat trofi liga pada 2013 saat masih ditangani Alex Ferguson. Sejak itu, klub belum lagi benar-benar kembali ke jalur yang membuat mereka ditakuti lawan. Dalam konteks itulah, ucapan Amorim soal gelar juara memantik perhatian, karena datang di saat tim justru masih terseok-seok.

Rooney Menilai United Belum Pantas Bicara Gelar

Reaksi keras datang dari Wayne Rooney. Mantan penyerang United yang meraih lima gelar liga bersama klub itu menilai Amorim terlalu berani, bahkan menyebut pandangan tersebut sebagai “naif”. Bagi Rooney, United saat ini masih terlalu jauh dari level persaingan perebutan titel.

Ia menilai pembicaraan tentang juara seharusnya tidak didahulukan ketika masalah mendasar tim belum terselesaikan. Rooney melihat United perlu membenahi performa lebih dulu sebelum memasang target sebesar itu. Kritik tersebut mempertegas betapa jauhnya ekspektasi publik dengan realitas yang sedang dihadapi klub.

Tekanan di Old Trafford Kian Besar

Perdebatan soal ambisi dan kenyataan itu kini menjadi bagian dari sorotan terhadap Manchester United. Di satu sisi, Amorim ingin menjaga keyakinan bahwa klub sebesar United tidak boleh berpikir kecil. Di sisi lain, hasil di lapangan justru menunjukkan pekerjaan rumah yang masih menumpuk.

Dengan posisi yang masih tertahan di papan bawah klasemen, United menghadapi ujian bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal arah. Target juara mungkin terdengar seperti pernyataan yang terlalu jauh untuk hari ini, namun bagi Amorim, mempertahankan cita-cita itu tampaknya menjadi cara untuk memastikan United tidak larut dalam keterpurukan.

Tags: Ruben Amorim, Premier League, Manchester United

Source link

Related articles

Recent articles