28.2 C
Jakarta

Korban FA Terima Rp300 Juta, Penemuan dan Wawasan Baru

Published:

Jakarta — Di tengah proses hukum yang belum tuntas, keluarga FA, remaja 16 tahun yang ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada 24 April 2024, harus menghadapi keputusan paling berat dalam hidup mereka: menerima uang damai Rp300 juta.

Keputusan yang diambil dalam tekanan keadaan

Dalam dialog Rakyat Bersuara yang dipandu Aiman Witjaksono di iNews, Selasa (4/2/2025), Radiman dan Nuraeti, orang tua FA, mengisahkan kehilangan yang masih terasa seperti baru terjadi. FA disebut menjadi korban pembunuhan yang diduga berkaitan dengan pelecehan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, serta pemerkosaan oleh dua pelaku, Arif Nugroho alias Bastian dan Muhammad Bayu Hartanto.

Meski luka batin belum sembuh, keluarga korban berada dalam posisi sulit. Uang damai itu, menurut Radiman, bukanlah pilihan yang lahir dari keikhlasan, melainkan dari pertimbangan hidup yang mendesak, terutama demi keberlangsungan cucunya yang kini kehilangan ibu.

Antara duka dan kebutuhan hidup

Radiman mengaku berat menerima kompensasi tersebut. Namun, di balik penolakan yang secara moral terasa lebih layak, ada kenyataan sehari-hari yang tak bisa diabaikan. Kehidupan cucu FA harus tetap berjalan, sementara sosok ibu yang seharusnya hadir sudah tak lagi ada.

Nuraeti pun menyampaikan dilema serupa. Ia menegaskan, tak ada orang tua yang rela menukar nyawa anaknya dengan uang. Akan tetapi, keadaan memaksa keluarga menimbang sesuatu yang jauh lebih pahit daripada sekadar angka Rp300 juta: bagaimana bertahan setelah kehilangan anak dalam usia begitu muda.

Proses hukum belum selesai

Kasus ini masih berjalan di jalur hukum. Namun bagi keluarga FA, perkara itu bukan hanya soal berkas dan sidang, melainkan juga soal menanggung trauma berkepanjangan sambil tetap memikirkan masa depan anggota keluarga yang ditinggalkan. Kisah Radiman dan Nuraeti menunjukkan bahwa di balik angka kompensasi, ada kehilangan yang tak pernah benar-benar bisa diganti.

Related articles

Recent articles