28 C
Jakarta

“David Moyes Target Pemain Top untuk Everton di Stadion Baru”

Published:

Everton memasuki babak baru, dan David Moyes tak ingin era itu dimulai dengan setengah hati. Pelatih yang kembali ke Goodison Park itu menegaskan ambisinya membangun tim yang sepadan dengan stadion baru Everton, saat klub bersiap meninggalkan rumah lama mereka yang telah menjadi markas sejak 1892. Di tengah transisi besar tersebut, Moyes melihat satu pesan utama: Everton harus naik kelas, bukan sekadar pindah alamat.

Goodison Park segera menutup lembar sejarah

Musim ini akan menjadi yang terakhir bagi Goodison Park sebagai kandang Everton. Setelah puluhan tahun menjadi saksi naik-turunnya klub asal Merseyside itu, stadion bersejarah tersebut akan menutup perannya, sementara Everton bersiap menempati Everton Stadium di tepi Sungai Mersey. Stadion anyar itu berkapasitas 52.888 penonton dan dijadwalkan mulai digunakan pada musim 2025-26.

Bagi Moyes, perubahan itu bukan hanya urusan infrastruktur. Ia menilai perpindahan ke stadion baru harus diiringi lompatan kualitas di lapangan. Dalam konferensi pers pertamanya sejak kembali ke klub, Moyes menekankan pentingnya membangun fondasi yang kuat untuk era baru Everton.

Target Moyes: pemain elite, bukan sekadar tambahan skuad

Moyes menyebut stadion baru Everton sebagai fasilitas kelas dunia. Karena itu, ia menuntut klub bergerak dengan standar yang sama dalam urusan rekrutmen pemain. Menurutnya, Everton perlu mulai mendatangkan pemain-pemain elite yang bisa mengangkat atmosfer sekaligus performa tim saat mereka resmi pindah ke stadion baru.

“So we need to start bringing in some elite players. We need to start looking at the caliber of players that can make everyone cheer when we move to the new stadium,” ujar Moyes.

Pernyataan itu memperlihatkan arah yang ingin ia tempuh: membangun skuad yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga mampu memulihkan kebanggaan publik Everton. Setelah beberapa musim terakhir berjalan sulit, klub dinilai membutuhkan pembenahan besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Jejak lama, tantangan baru

Moyes bukan sosok asing bagi tuntutan besar di Everton. Ia pernah membawa The Toffees finis di peringkat keempat Liga Inggris pada musim 2004-05, pencapaian terbaik klub di era Premier League. Rekam jejak itulah yang membuat banyak mata kembali tertuju kepadanya ketika Everton memasuki fase krusial ini.

Namun, situasi yang ia hadapi sekarang berbeda. Everton tidak sedang sekadar mengejar prestasi musiman, melainkan menata ulang identitas menjelang era stadion baru. Moyes tampaknya ingin memastikan bahwa perpindahan ke Everton Stadium tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga awal dari tim yang lebih berani, lebih kuat, dan lebih layak mendapat sorotan besar di Merseyside.

Related articles

Recent articles