Bandung — Di tengah musim yang menuntut fisik ekstra, Persib Bandung tak punya banyak ruang untuk lengah. Jadwal padat pada musim 2024/2025 membuat tim pelatih harus bekerja lebih cermat, terutama dalam menjaga kebugaran pemain agar tidak jatuh ke titik kelelahan yang bisa mengganggu performa. Di situlah peran pelatih fisik Miro Petric menjadi sangat penting.
Fokus ke Pemulihan setelah Laga Beruntun
Setelah melewati separuh kompetisi, Persib kini mengalihkan perhatian penuh ke putaran kedua Liga 1 Indonesia usai tersingkir dari AFC Champions League Two. Situasi ini justru membuat manajemen kondisi fisik pemain semakin krusial. Dengan agenda pertandingan yang menumpuk, pemulihan menjadi sama pentingnya dengan latihan itu sendiri.
Miro Petric telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar para pemain tetap berada dalam kondisi terbaik. Sejak pramusim, Persib memang sudah mengantisipasi bahwa musim ini akan berjalan melelahkan. Karena itu, fondasi fisik dibangun dengan menekankan daya tahan tubuh, bukan sekadar kekuatan sesaat.
Fondasi Fisik Jadi Modal Utama
Dalam situasi seperti ini, tim yang memiliki dasar kebugaran kuat biasanya lebih mampu bertahan. Persib tampaknya memahami betul kebutuhan tersebut. Latihan yang dirancang bukan hanya untuk meningkatkan performa, tetapi juga untuk memastikan pemain bisa segera pulih setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
Miro Petric berharap strategi yang sudah disusun sejak awal bisa membantu pemain menjaga stamina sepanjang musim. Di level kompetisi seperti Liga 1, kemampuan untuk bangkit cepat dari kelelahan kerap menjadi pembeda antara tim yang stabil dan tim yang tersendat di tengah jalan.
Istirahat dan Suplemen Jadi Bagian dari Perhitungan
Selain latihan dan pemulihan, manajemen Persib juga memberi perhatian pada hal-hal yang sering luput dari sorotan publik, yakni istirahat dan asupan vitamin. Keduanya dipandang sebagai bagian dari investasi performa, bukan pelengkap semata. Dalam jadwal yang padat, tubuh pemain memerlukan dukungan menyeluruh agar tidak mudah drop.
Pengelolaan perjalanan dan pemulihan pascapertandingan juga masuk dalam perencanaan. Persib ingin memastikan energi pemain tidak terkuras sia-sia oleh mobilitas yang berlebihan. Dengan pendekatan semacam ini, Maung Bandung berharap bisa melewati sisa musim 2024/2025 dengan kondisi yang lebih terjaga dan kesiapan yang lebih matang.
