33.8 C
Jakarta

Nataru 2024, Potensi Pergerakan Masyarakat Capai 110,67 Juta Orang

Published:

JAKARTA – Pemerintah mulai menghitung dengan cermat mobilitas warga menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Dari hasil survei yang dipaparkan Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Angkutan Nataru tahun ini diperkirakan mencapai 110,67 juta orang. Angka tersebut menjadi dasar utama pemerintah untuk menyiapkan pengamanan, kelancaran lalu lintas, dan kesiapan moda transportasi di berbagai daerah.

Puncak Pergerakan Diprediksi Dua Kali

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, lonjakan perjalanan diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Puncak arus pergi pertama diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Desember 2024, disusul puncak kedua pada Selasa, 31 Desember 2024. Sementara itu, arus balik diperkirakan mulai menguat pada Rabu dan Kamis, 1-2 Januari 2025.

“Kami sudah melakukan survei. Hasilnya, potensi pergerakan masyarakat saat Nataru 2024/2025 mencapai 110,67 juta orang. Sebagian besar pergerakan terjadi di Pulau Jawa, termasuk aglomerasi. Jumlah inilah yang kami antisipasi,” ujar Dudy dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Nataru 2024/2025 di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Jumat (22/11/2024).

Musim Hujan Jadi Tantangan Tambahan

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa penyelenggaraan Nataru tahun ini tak hanya soal mengatur mobilitas, tetapi juga menghadapi risiko cuaca ekstrem. Memasuki musim hujan, pemerintah harus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu perjalanan masyarakat.

“Tantangan pertama adalah kita memasuki musim hujan. Kemudian juga ada potensi bencana hidrometeorologi. Sehingga, hujan berlebih dan lain-lain itu juga harus kita antisipasi,” kata Pratikno.

Kesiapan Transportasi dan Infrastruktur

Rapat koordinasi tersebut juga membahas kesiapan berbagai moda transportasi yang akan digunakan masyarakat selama libur akhir tahun, mulai dari darat, laut, hingga udara. Pemerintah menaruh perhatian besar pada infrastruktur pendukung agar arus penumpang tidak tersendat di titik-titik rawan kepadatan.

Sejumlah pejabat hadir dalam rapat itu, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pengamanan Nataru tahun ini dipersiapkan lintas sektor, dengan fokus pada keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat di tengah tingginya mobilitas akhir tahun.

Source link

Related articles

Recent articles