JAKARTA – Pemerintah pusat kembali menyoroti peran kepala desa sebagai penggerak utama pembangunan di tingkat paling bawah. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, menegaskan bahwa desa-desa di Kabupaten Maluku Barat Daya menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya digarap, terutama dari sektor kelautan.
Pesan itu disampaikan La Ode saat memberikan pengarahan kepada para kepala desa se-Kabupaten Maluku Barat Daya di Kantor Ditjen Bina Pemdes, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, ia mendorong para kades untuk tidak hanya melihat desa sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang pengembangan ekonomi yang memiliki sumber daya khas dan bernilai tinggi.
Kelautan Jadi Kekuatan Utama Desa
La Ode menyebut Maluku Barat Daya memiliki modal alam yang kuat untuk dikembangkan melalui pendekatan blue economy. Sejumlah potensi yang disebutnya antara lain budidaya ikan, terumbu karang, tiram, kerang, hingga pemanfaatan kawasan konservasi laut. Menurut dia, kekayaan itu bisa menjadi keunggulan yang membedakan desa-desa di wilayah tersebut dari daerah lain.
“Banyak hal yang bisa dibangun di Maluku Barat Daya, terutama di bidang kelautan. Bagaimana pemanfaatan Blue Economy yaitu mengoptimalisasi pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari pemanfaatan dan memberdayakan laut,” ungkapnya.
Kades Diminta Lebih Proaktif
Ia menekankan bahwa potensi yang ada tidak akan memberi dampak besar bila tidak dikelola secara terarah. Karena itu, para kepala desa diminta lebih proaktif membaca peluang, menyusun langkah pengembangan, dan memastikan sumber daya yang tersedia benar-benar memberi manfaat bagi warga.
“Potensi desa yang ada di Maluku Barat Daya harus dioptimalkan secara baik oleh para kepala desa untuk kemajuan bagi desanya,” ujarnya. La Ode menambahkan, tujuan akhirnya adalah desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan bahagia.
Kantor Ditjen Bina Pemdes Disebut Rumah Aparatur Desa
Dalam kesempatan itu, La Ode juga menegaskan bahwa kantor Ditjen Bina Pemerintahan Desa terbuka bagi para aparatur desa. Ia menyebut tempat itu sebagai rumah bersama bagi kepala desa yang ingin berdiskusi, berkonsultasi, atau mencari penguatan dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.
“Ditjen Bina Pemdes sangat terbuka bagi para kepala desa yang ingin berkunjung, kantor ini sebagai rumah bagi para aparatur desa,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach, Direktur Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa, Data, dan Evaluasi Perkembangan Desa Mohammad Noval, serta Plh Direktur Fasilitasi Penataan dan Administrasi Pemerintah Desa Ayu Firman. Kehadiran para pejabat itu memperlihatkan bahwa penguatan desa tak lagi cukup dibicarakan di daerah, tetapi juga perlu dibangun lewat koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.
Source link
