33.8 C
Jakarta

Prabowo Subianto : Negara Harus Utuh, Aman, Terlindungi

Published:

Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan negara tidak diukur semata dari pembangunan fisik, melainkan dari kemampuannya melindungi rakyat. Pesan itu ia sampaikan saat memberikan pembekalan kepada 906 calon perwira remaja TNI-Polri 2024 di Jakarta, Jumat (12/7), di hadapan para peserta yang sebentar lagi memasuki pengabdian sebagai aparat pertahanan dan keamanan negara.

Negara kuat harus lebih dulu aman

Prabowo menyoroti kembali tujuan awal negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Menurut dia, urutan itu penting karena perlindungan menjadi fondasi bagi seluruh agenda pembangunan berikutnya.

“Yang pertama melindungi baru memajukan kesejahteraan. Jadi ekonomi, kemakmuran itu kedua. Pertama melindungi baru mencerdaskan, baru pendidikan, melaksanakan ketertiban dunia,” ujar Prabowo.

Ia menilai pembangunan akan kehilangan arti apabila negara gagal menjaga keutuhan dan keselamatan warganya. Dalam pandangannya, proyek-proyek besar seperti gedung, pelabuhan, bandara, jalan raya, kereta api, hingga waduk tidak akan memberikan manfaat maksimal jika negara tidak aman.

“Untuk apa kita bangun gedung-gedung, untuk apa kita bangun pelabuhan, bandara, untuk apa kita bangun kereta api, untuk apa kita bangun jalan raya, untuk apa kita bangun waduk kalau negara ini tidak utuh, tidak aman, tidak terlindungi,” kata Prabowo.

TNI dan Polri disebut garda terdepan

Di hadapan para calon perwira remaja, Prabowo menekankan bahwa masuknya mereka ke dalam TNI dan Polri merupakan bagian dari upaya menjaga tujuan nasional. Ia meminta mereka menyadari besarnya tanggung jawab yang akan dipikul setelah resmi bertugas.

“Jadi saudara-saudara masuknya kalian ke dalam TNI dan Polri adalah bagian dari tujuan nasional. Kita butuh tentara yang sangat kuat, kita butuh kepolisian yang sangat hebat. Ini survival kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nasib bangsa berada di pundak para calon perwira yang kini sedang ditempa. Menurut dia, pendidikan dan pembentukan karakter yang mereka jalani bukan sekadar proses formal, melainkan persiapan untuk membela tanah air ketika dibutuhkan.

“Nasib bangsa dan rakyatmu berada di pundakmu. Kau dipilih, digembleng, pada saatnya kau harus membela Tanah Air,” sambung Prabowo.

Mengutip kajian tentang peradaban bertahan lama

Dalam pembekalan itu, Prabowo juga menyinggung hasil kajian Harvard University mengenai peradaban yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun. Ia menyebut ada tiga unsur yang harus tetap kuat: tentara yang unggul, intelijen atau kepolisian yang unggul, dan birokrasi atau ASN/civil service yang unggul.

Pesan itu menutup arah pembekalan yang ia sampaikan kepada para calon perwira remaja, dengan penekanan bahwa pertahanan, keamanan, dan tata kelola negara tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan Indonesia sebagai bangsa.

Sebelumnya, di Balai Sudirman, Kamis (11/7), Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga memberikan pengarahan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri Tahun 2024 agar responsif dan proaktif dalam menangani keluhan masyarakat. Dalam kesempatan itu hadir Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan, serta pejabat utama TNI dan Polri.

Source link

Related articles

Recent articles