28 C
Jakarta

Prabowo Subianto Stresses the Importance of a Secure and Protected Nation

Published:

Jakarta — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, melainkan dari kemampuannya menjaga keselamatan rakyat dan keutuhan wilayah. Pesan itu ia sampaikan di hadapan 906 taruna dan taruni calon perwira TNI-Polri di Jakarta, Jumat (12/7), saat menggarisbawahi peran strategis aparat pertahanan dan keamanan dalam menjaga Indonesia.

Prabowo: Perlindungan Adalah Tujuan Utama

Prabowo menyinggung amanat pembukaan UUD 1945 yang menempatkan perlindungan bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagai tujuan pertama negara. Menurut dia, urutan prioritas itu penting dipahami sejak dini oleh para calon perwira.

“Tujuan pertama adalah perlindungan, lalu kesejahteraan. Jadi ekonomi, kemakmuran itu nomor dua; yang pertama perlindungan, lalu pendidikan, lalu melaksanakan ketertiban dunia,” ujar Prabowo.

Ia menilai, pembangunan tidak akan berarti jika negara gagal memastikan rasa aman bagi warganya. Karena itu, kekuatan TNI dan Polri disebutnya sebagai syarat dasar agar Indonesia tetap utuh dan tidak rapuh menghadapi berbagai ancaman.

Pembangunan Tak Cukup Tanpa Rasa Aman

Dalam pidatonya, Prabowo mempertanyakan arti dari pembangunan besar-besaran bila keamanan nasional tidak terjaga. Ia menyebut proyek-proyek strategis seperti gedung tinggi, pelabuhan, bandara, rel kereta, jalan raya, hingga bendungan tidak akan memberi manfaat penuh jika negara tidak dalam keadaan aman.

“Apa gunanya membangun gedung-gedung tinggi, pelabuhan, bandara, rel kereta api, jalan tol, atau bendungan kalau negara ini tidak utuh, tidak aman, dan tidak terlindungi?” kata Prabowo.

Karena itu, ia menekankan bahwa masuknya para taruna ke TNI dan Polri merupakan bagian dari upaya mewujudkan tujuan nasional. Prabowo meminta mereka mempersiapkan diri menjadi prajurit dan polisi yang kuat, disiplin, dan mampu menjalankan tugas negara pada saat dibutuhkan.

Pelajaran dari Sejarah dan Tanggung Jawab Generasi Baru

Prabowo juga mengutip sebuah studi dari Universitas Harvard mengenai peradaban yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun. Dalam kajian itu, menurut dia, selalu ada tiga unsur yang menonjol: militer yang unggul, intelijen atau kepolisian yang unggul, serta birokrasi yang unggul.

“Nasib bangsa dan rakyat ada di pundak kalian. Kalian sudah dipilih, dilatih, dan ketika saatnya tiba, kalian harus membela tanah air,” ujarnya menutup arahannya kepada para taruna.

Sehari sebelumnya, Kamis (11/7), Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga memberikan pembekalan kepada taruna TNI-Polri 2024 di Balai Sudirman. Ia meminta mereka responsif dan proaktif dalam menanggapi keluhan masyarakat. Kegiatan itu turut dihadiri Panglima TNI, Kapolri, para kepala staf angkatan, serta sejumlah pejabat tinggi TNI dan Polri.

Source link

Related articles

Recent articles