25.8 C
Jakarta

Pengabdian Prabowo Subianto dalam Dunia Politik

Published:

Jejak Politik Prabowo, dari Golkar ke Gerindra hingga Panggung Pilpres 2024

Perjalanan politik Prabowo Subianto menunjukkan bagaimana ia membangun pengaruh dari dalam partai hingga akhirnya menjadi salah satu figur paling dominan dalam percaturan politik nasional. Karier politiknya dimulai di Partai Golkar sebelum ia mendirikan Partai Gerindra pada 2008. Dari partai yang lahir dengan manifesto perjuangan dan program aksi yang diklaim jelas itu, Gerindra tumbuh menjadi salah satu kekuatan utama di Indonesia.

Gerindra dan Konsolidasi Kekuatan Politik

Pada Pemilu 2009, Gerindra mulai menempatkan diri sebagai partai yang diperhitungkan setelah meraih 26 kursi di DPR RI. Sejak saat itu, partai berlambang kepala garuda tersebut kerap mengusung agenda yang disebut berpihak pada rakyat kecil, termasuk mendorong lahirnya UU Desa dan UU Disabilitas. Di luar dua beleid itu, Gerindra juga tercatat mendorong sejumlah rancangan undang-undang lain yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan publik.

Di bawah kepemimpinan Prabowo, Gerindra tidak hanya bergerak di tingkat nasional, tetapi juga menjadikan pemilihan kepala daerah sebagai arena penting. Partai ini ikut mengonsolidasikan dukungan untuk memenangkan kandidat di sejumlah daerah, termasuk Pilkada DKI Jakarta, Kota Bogor, dan Bandung. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh Gerindra tidak berhenti di parlemen, melainkan dirancang merambah pemerintahan daerah.

Dari Program Aksi hingga Layanan Sosial

Pada 2013, Gerindra menjadi partai politik pertama yang mendeklarasikan rencana aksi lewat program “6 Program Aksi Transformasi Bangsa”. Dalam periode yang sama, Prabowo juga menaruh perhatian pada kerja-kerja sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya melalui Kesehatan Indonesia Raya, organisasi yang menyediakan ambulans dan mobil jenazah gratis.

Langkah-langkah tersebut mempertegas strategi politik Prabowo yang tidak hanya bertumpu pada kontestasi pemilu, tetapi juga pada pembentukan citra sebagai pemimpin yang hadir melalui kerja nyata. Pendekatan ini kemudian terus berulang dalam setiap fase politik yang ia jalani.

Berulang Kali Maju di Pilpres

Pada 2014, Prabowo membentuk Koalisi Merah Putih (KMP) yang berisi enam partai politik untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden. Meski tidak berhasil menang, Prabowo tetap memperoleh dukungan luas dengan mengusung slogan “Indonesia Bangkit”.

Ia kembali maju pada Pilpres 2019 bersama Sandiaga Salahudin Uno sebagai calon wakil presiden. Pasangan ini meraih 68 juta suara, angka yang menunjukkan besarnya basis dukungan yang berhasil dikonsolidasikan Prabowo meski hasil akhir belum berpihak kepadanya.

Memasuki Pemilihan Presiden 2024, Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju. Pasangan ini mendapat nomor urut 2. Dukungan terhadap Prabowo juga datang dari sejumlah partai dalam koalisi tersebut, termasuk Partai Demokrat, Golkar, PSI, PBB, dan Gelora. Dengan itu, Prabowo kembali berada di pusat pertarungan politik nasional, kali ini dengan dukungan yang jauh lebih luas dibanding kontestasi sebelumnya.

Source link

Related articles

Recent articles