27 C
Jakarta

Polisi bagikan 300 paket berisi beras kepada warga di Cengkareng

Published:

CENGKARENG, KOMPAS — Menjelang Ramadan 1445 Hijriah, kepolisian di Cengkareng, Jakarta Barat, menggelar aksi sosial dengan membagikan 300 paket beras kepada warga serta menyantuni 30 anak yatim-piatu. Bantuan ini disalurkan di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang masih dirasakan masyarakat.

Bantuan untuk meredam beban warga

Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang mengatakan, pembagian beras dilakukan untuk membantu warga menghadapi kebutuhan harian yang kian berat. Menurut dia, momentum menjelang bulan suci kerap membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara harga sejumlah bahan pokok belum sepenuhnya stabil.

“Kita berikan 300 paket beras gratis kepada warga untuk meringankan beban mereka. Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan, warga pasti membutuhkan,” kata Hasoloan dalam keterangannya pada Jumat.

Santunan bagi anak yatim-piatu

Selain membagikan beras, kepolisian juga menyerahkan santunan kepada 30 anak yatim-piatu. Hasoloan menegaskan, pemberian bantuan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua merupakan bentuk perhatian dan kepedulian sosial yang ingin terus dijaga oleh jajarannya.

“Ada sebanyak 30 anak yatim-piatu kita berikan santunan,” ujarnya saat penyerahan bantuan yang turut dihadiri Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Polisi M Syahduddi.

Rencana bantuan berlanjut

Hasoloan berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga memberi ruang lega bagi warga Cengkareng yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Ia menyebut kepolisian akan kembali menyalurkan bantuan serupa kepada warga yang membutuhkan pada kesempatan berikutnya.

“Dengan demikian, kepedulian dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Hasoloan. “Ke depannya kita akan berikan bantuan lagi kepada warga yang membutuhkan.”

Langkah ini menjadi salah satu cara kepolisian menunjukkan kehadiran di tengah masyarakat, bukan hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga saat kebutuhan dasar warga sedang tertekan oleh kenaikan harga bahan pokok.

Source link

Related articles

Recent articles