28.6 C
Jakarta

Makan Siang Gratis Mulai Diberlakukan di Setiap Sekolah dan Pesantren di Indonesia pada Tahun 2024

Published:

Makan siang gratis di sekolah kembali menjadi perbincangan, bukan hanya di Inggris, tetapi juga di Indonesia menjelang Pemilu 2024. Di satu sisi, isu ini diperdebatkan sebagai kebijakan pendidikan dan gizi. Di sisi lain, ia menjelma menjadi janji politik yang menyedot perhatian publik karena menyangkut jutaan anak usia sekolah.

Isu yang Menggema dari London ke Jakarta

Pada 2 Oktober 2023, Daily Mirror di Inggris menurunkan headline utama berjudul Pertarungan Makan Siang Gratis di Sekolah: Lakukan yang Benar, PM. Artis Mendukung kampanye Mirror untuk memberi setiap anak kesempatan. Kampanye itu didukung puluhan selebriti dan tokoh masyarakat di Inggris yang mendorong agar setiap anak sekolah dasar memperoleh makan siang gratis, bukan hanya anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Sebelumnya, pemerintah Inggris merencanakan pemberian makan siang gratis hanya untuk anak dari keluarga yang membutuhkan, mirip dengan skema bantuan sosial bagi keluarga penerima PKH di Indonesia. Namun, para pendukung kampanye menilai kebijakan semacam itu belum cukup menjawab kebutuhan dasar anak di ruang kelas.

Dukungan dari Figur Publik

Sejumlah nama besar ikut menyuarakan dukungan, di antaranya musisi Ed Sheeran yang dijadwalkan tampil di Jakarta pada Maret 2024, Kate Winslet, Tom Kerridge, Nadiya Hussain, Olivia Colman, dan Brian Cox. Mereka menulis surat kepada Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dengan pesan yang tegas: “Anak-anak yang lapar tidak dapat belajar. Makan siang gratis untuk semua akan membuat setiap anak dapat berhasil.”

Dalam pandangan mereka, makan siang di sekolah bukan sekadar soal mengisi perut, melainkan bagian dari fondasi belajar. Karena itu, dukungan terhadap program ini tidak hanya datang dari aktivis pendidikan, tetapi juga dari kalangan artis yang punya pengaruh besar di ruang publik.

Relevansi untuk Indonesia di Tahun Politik

Di Inggris, makan siang gratis di sekolah merupakan hak setiap anak yang disediakan negara, sebagaimana juga berlaku di 76 negara anggota Koalisi Makanan Sekolah. Program tersebut disebut memberi manfaat berlapis, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi keluarga, petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok makanan.

Di Indonesia, topik serupa ikut menghangat pada 2024 karena menjadi salah satu janji utama pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Setelah menuai kritik dari lawan politik, program makan siang gratis makin dipandang sebagai isu yang sangat bergantung pada hasil pemungutan suara 14 Februari 2024.

Dengan begitu, pemilu kali ini tak hanya dipahami sebagai kontestasi memilih presiden dan wakil presiden, tetapi juga sebagai penentu arah kebijakan gizi anak sekolah. Bagi sebagian pihak, hari pencoblosan itu ikut menentukan apakah makan siang gratis benar-benar hadir di setiap sekolah dan pesantren di Indonesia, atau tetap berhenti sebagai janji kampanye.

Source link

Related articles

Recent articles