28.6 C
Jakarta

RS Indonesia di Gaza Kembali Menggunakan Minyak Goreng Sebagai Bahan Bakar Generator Setelah Kehabisan Solar

Published:

RS Indonesia di Gaza Coba Pakai Minyak Goreng untuk Menyalakan Generator setelah Solar Habis

Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, kembali berada dalam situasi genting di tengah serangan bom dan rudal Israel yang terus berlangsung. Di saat fasilitas kesehatan itu sudah berjuang di batas kemampuan, persoalan bahan bakar membuat operasional rumah sakit kian tertekan. Cadangan solar yang menipis memaksa pengelola mencari cara tak biasa agar listrik tetap menyala, meski hanya untuk ruang-ruang yang paling vital.

Upaya darurat agar layanan tak berhenti

Direktur RS Indonesia di Gaza, Atef Al Kahlout, sebelumnya sempat menyampaikan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya bisa berhenti beroperasi sepenuhnya jika solar benar-benar habis. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan rumah sakit itu masih berusaha bertahan dengan memanfaatkan sumber daya apa pun yang tersedia.

Relawan yang masih berada di Gaza, Fikri Rofiul Haq, mengatakan pihak rumah sakit mencoba menggunakan minyak goreng sebagai bahan bakar alternatif untuk generator. Keterangan itu disampaikan Fikri melalui akun Twitter resmi MER-C Indonesia.

“Hari ini kami membeli minyak goreng untuk mencoba menyalakan aliran listrik. Saat ini pihak Rumah Sakit Indonesia sedang mencoba mengganti bahan bakar bbm dengan minyak goreng,” ujar Fikri, dikutip Sabtu (11/11/2023).

Ia menambahkan, percobaan awal itu belum dilakukan pada dua generator besar yang dimiliki RS Indonesia. Uji coba justru diarahkan ke generator kecil yang sebelumnya dibeli atau dibawa ke rumah sakit tersebut.

Listrik dipusatkan hanya untuk ruang penting

Di tengah keterbatasan yang makin menekan, manajemen rumah sakit juga memilih menyalakan listrik hanya pada sejumlah ruangan prioritas. Langkah ini diambil untuk menghemat bahan bakar agar layanan dasar tetap berjalan, terutama bagi pasien yang paling membutuhkan perawatan segera.

“Kamis malam itu kami mendengar dari ketua servis Rumah Sakit Indonesia bahwa Jumat mereka akan mengatur aliran listrik di RS Indonesia, hanya beberapa saja ruangan akan dinyalakan selebihnya akan padam karena untuk menghemat bahan bakar,” kata Fikri.

Adapun ruangan yang diprioritaskan tetap menyala meliputi ruang operasi, perawatan intensif, IGD, dan pompa air. Sisa area rumah sakit dipadamkan agar pasokan energi yang tersisa tidak cepat habis.

Bangunan mulai gelap saat listrik diputus

Sejumlah video yang beredar memperlihatkan suasana RS Indonesia yang mulai gelap gulita setelah aliran listrik di beberapa area dihentikan. Menurut Fikri, pemutusan listrik sudah dimulai sejak Jumat (10/11/2023) pukul 10.00 waktu setempat.

Ia menyebut, kondisi rumah sakit benar-benar terasa mati lampu sejak sore hingga malam. Meski demikian, sebagian ruangan masih diupayakan tetap menyala agar pelayanan terhadap korban agresi militer Israel tidak sepenuhnya terhenti.

“Namun benar-benar terasa mati lampunya dari sejak sore hari sampai malam, dan alhamdulillah malam ini hanya ruangan-ruangan tertentu saja yang diusahakan tetap menyala,” pungkasnya.

Related articles

Recent articles