33.8 C
Jakarta

JJ Gabriel Berambisi Tinggalkan Man Utd karena Tekanan Kid Messi

Published:

Manchester United menghadapi situasi sulit setelah penyerang muda JJ Gabriel meminta mengakhiri kontraknya. Pemain berusia 15 tahun itu sebelumnya diproyeksikan sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di akademi klub, bahkan berpeluang menjadi pemain termuda yang tampil untuk tim utama Setan Merah.

Permintaan tersebut muncul setelah Gabriel menolak berlatih. Akibatnya, rencana untuk memasukkannya ke dalam skuad Manchester United pada pertandingan EFL Cup melawan Brighton, Rabu malam, dibatalkan. Klub disebut terkejut sekaligus bingung menghadapi keputusan tersebut, meski masih meyakini persoalan itu dapat diselesaikan.

Minim kesempatan di tim utama

Kekecewaan Gabriel disebut berkaitan dengan terbatasnya kesempatan bermain yang ia terima. Pada masa pramusim, ia sempat dipanggil untuk bergabung dengan skuad senior Manchester United. Namun, kontribusinya hanya delapan menit ketika menghadapi Atletico Madrid. Setelah itu, ia tidak kembali dimainkan di bawah asuhan Michael Carrick.

Gabriel juga berharap bisa berada di bangku cadangan saat Manchester United menjalani pertandingan kandang pertama di Liga Premier melawan Ipswich Town. Harapan tersebut tidak terwujud. Situasi itu membuat rasa frustrasinya semakin besar, terutama karena ia sebelumnya menilai dirinya sudah cukup layak untuk mendapat kesempatan lebih dekat dengan tim utama.

Ketidakpuasan Gabriel dan timnya kemudian memuncak dalam pertandingan Liga Champions melawan Sabah. Dalam laga tersebut, Carrick memilih tidak melibatkan Gabriel sama sekali. Sementara itu, dua pemain berusia 19 tahun, Harry Amass dan Shea Lacey, memperoleh kesempatan untuk melakukan debut.

Keputusan itu disebut sebagai “titik akhir” bagi Gabriel dan pihak yang mendampinginya. Penolakan untuk berlatih serta permintaan hengkang kemudian menjadi konsekuensi terbuka dari kekecewaan tersebut.

United masih berupaya mempertahankan Gabriel

Padahal, Gabriel memiliki catatan menonjol bersama tim U-18 Manchester United pada musim lalu. Saat berusia 14 atau 15 tahun, ia mencetak 31 gol dari 38 pertandingan. Penampilan itu membawanya meraih Jimmy Murphy Award sebagai pemain terbaik akademi klub, sekaligus menjadikannya pemenang termuda dalam sejarah penghargaan tersebut.

Manchester United masih ingin mempertahankan Gabriel hingga kontraknya berakhir pada musim panas mendatang. Namun, klub menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan sang pemain agar tetap bertahan di Old Trafford setelah rangkaian keputusan yang membuatnya kecewa.

Sejumlah klub besar Eropa dikabarkan memantau situasi tersebut. Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain disebut tertarik merekrut Gabriel. Beberapa klub Inggris juga dikabarkan masuk dalam daftar peminat, sehingga masa depan pemain muda yang sempat diproyeksikan mencetak sejarah di Manchester United itu kini menjadi perhatian.

Source link

Related articles

Recent articles