32.4 C
Jakarta

Ketum PGRI Prihatin: Guru Terbagi antara ASN, PPPK, dan Honorer

Published:

Ketua Umum PB PGRI Mendorong Persatuan Antar Guru

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Teguh Sumarno, menegaskan harapannya agar tidak ada lagi perpecahan antar guru. Baik itu guru ASN, guru dengan perjanjian kerja (P3K), maupun guru paruh waktu. Menurutnya, persatuan guru sangat penting untuk kemajuan dunia pendidikan.

Persatuan Guru sebagai Prioritas Utama

Teguh Sumarno mengungkapkan keprihatinannya atas adanya klasterisasi antar guru yang terjadi saat ini. Dengan adanya kubu-kubuan di antara guru ASN, P3K, dan guru paruh waktu, hal ini dapat menghambat kemajuan pendidikan. Oleh karena itu, sebagai Ketua Umum PB PGRI, Teguh Sumarno menegaskan pentingnya menjaga persatuan di antara seluruh guru.

Saat memberikan sambutan dalam acara Konferensi Kerja Nasional PGRI 2026 di Jakarta pada Jumat-Sabtu (19-20/6/2026), Teguh Sumarno menekankan perlunya responsif terhadap permasalahan tersebut. Jika tidak ada tindakan yang konkret dari PB PGRI dan pengurus di tingkat provinsi serta kota/kabupaten, maka potensi perpecahan ini akan terus berlanjut.

Menjaga Keutuhan PGRI

Lebih lanjut, Teguh Sumarno juga menyampaikan keprihatinannya karena PGRI saat ini sedang dipecah belah dan diadu domba oleh pihak-pihak tertentu. Untuk itu, ia meminta kerjasama semua pihak untuk menjaga keutuhan dan persatuan dalam wadah PGRI. Dengan begitu, para guru bisa bersatu dalam menjalankan tugas mulianya sebagai pendidik generasi bangsa.

Dengan mengusung semangat persatuan dan kesatuan, Teguh Sumarno berharap agar tidak ada lagi kubu-kubuan di antara para guru. Semua pihak diminta untuk fokus pada upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air dan memberikan yang terbaik bagi perkembangan para siswa.

Sumber: Sindonews

Source link

Related articles

Recent articles