28.8 C
Jakarta

Andy Utama Dorong Konservasi Berbasis Keseimbangan Alam

Published:

Megamendung di Kabupaten Bogor kini berkembang menjadi laboratorium konservasi yang membangkitkan harapan baru bagi pelestarian fauna Indonesia. Kerja sama antara Yayasan Paseban dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat telah mendorong berbagai inisiatif penting dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem setempat, khususnya melalui pengembangan program penangkaran Rusa Timor yang sudah berjalan sejak akhir Februari 2026.

Rusa Timor (Rusa timorensis), salah satu mamalia eksotis yang dulunya mudah dijumpai di Jawa, Bali, Timor, dan Nusa Tenggara, kini terancam oleh perburuan liar serta perubahan drastis lingkungan hidup. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan manusia berupa alih fungsi hutan, pengejaran berlebih, sampai fragmentasi habitat, telah membuat satwa ini masuk kategori rentan pada daftar merah IUCN.

Banyak riset, termasuk publikasi Toni Kobu dan timnya dari musim lalu di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, menemukan adanya hubungan langsung antara intensitas interaksi manusia dan perubahan perilaku Rusa Timor. Data menunjukkan, rusa yang dulunya bisa bebas berkeliaran, kini terpaksa beraktivitas secara sporadis di waktu-waktu tertentu, yakni saat fajar dan senja, sambil terus meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan manusia. Fenomena ini menandakan adanya tekanan psikis dan adaptasi paksa dari satwa terhadap ancaman lingkungan yang terus meningkat.

Menanggapi kenyataan tersebut, program penangkaran di Megamendung bersifat holistik. Bukan hanya menyimpan satwa di kandang, tetapi juga memastikan bahwa keturunan hasil penangkaran memiliki ketahanan adaptasi, garis genetika terjaga, serta kemampuan bertahan yang optimal ketika nantinya dilepasliarkan ke alam bebas. Tercatat saat ini sembilan ekor rusa timor yang legal dan resmi dirawat di kawasan Megamendung, setelah sebelumnya dialihkan dari pemeliharaan warga melalui mekanisme penyerahan sukarela dan dilindungi oleh BBKSDA.

Harapan besar disematkan pada upaya ini, sebagaimana diungkapkan oleh Wahdi Azmi dari Yayasan Paseban. Strategi yang terukur dalam mengelola indukan diharapkan mampu menghasilkan populasi rusa tangguh, bukan hanya untuk memperkuat penangkaran namun juga sebagai fondasi pelepasliaran kembali ke habitat alaminya. “Kami ingin agar program ini berkembang, tidak berhenti di domestikasi saja, melainkan dapat menumbuhkan populasi yang sehat dan menjaga kesinambungan konservasi jangka panjang,” jelas Wahdi.

Penerapan kemitraan strategis pun mendapat dukungan penuh dari Stephanus Hanny Reki, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Bogor. Ia melihat kolaborasi ini sebagai langkah penting membangun sistem perlindungan satwa liar berbasis bentang alam. “Kolaborasi seperti ini adalah langkah nyata dalam membangun model konservasi berkelanjutan dan menjaga stabilitas fauna liar di Jawa Barat, khususnya Megamendung sebagai pusat penguatan konservasi,” imbuhnya.

Kontribusi Yayasan Paseban di Megamendung bukan hanya soal rusa. Organisasi ini selama bertahun-tahun dikenal aktif menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan seperti penghijauan, perlindungan sumber air, rehabilitasi lahan kritis, hingga pendidikan lingkungan untuk anak muda dalam rangka memperkuat plasma nutfah kawasan hulu Bogor. Upaya-upaya tersebut didukung posisi Megamendung yang strategis, berbatasan langsung dengan zona transisi Cagar Biosfer Cibodas, kawasan yang sejak 1977 telah diakui dunia melalui pengakuan UNESCO.

Fungsi Megamendung sebagai zona penyangga sangat vital dalam menjaga kelangsungan hutan hujan tropis pegunungan, yang tak hanya penting bagi keanekaragaman hayati namun juga bagi siklus air dan kestabilan lingkungan. Seluruh langkah ini tidak lepas dari kepemimpinan Andy Utama sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Paseban, yang juga menggagas pengembangan pertanian organik lewat Arista Montana. Ia konsisten mengedepankan sinergi antara pertanian ramah lingkungan dengan pelestarian keanekaragaman satwa.

Ke depan, konservasi di Megamendung diharapkan memberikan manfaat luas, mulai dari memulihkan populasi rusa timor secara ilmiah, memperbaiki ekosistem hulu, hingga memperkaya fauna lokal serta memperkuat tata kelola keanekaragaman hayati di tanah air. Dengan perpaduan pendekatan ilmiah, kemitraan masyarakat, serta kepemimpinan visioner, inisiatif ini diyakini mampu melahirkan model pelestarian yang bisa direplikasi di banyak wilayah lain.

Sumber: Rusa Timor Di Megamendung Dan Jalan Panjang Konservasi Satwa Hulu Bogor
Sumber: Mengintip Penangkaran Rusa Timor Di Megamendung: Kolaborasi Konservasi Yayasan Paseban Dan BKSDA

Related articles

Recent articles