Gennaro Gattuso menunjukkan integritasnya dengan menolak uang pesangon setelah mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Italia. Tindakan tersebut menegaskan bahwa bagi sang legenda, martabat lebih penting daripada materi. Sebelumnya, Gattuso juga pernah melakukan hal serupa ketika meninggalkan AC Milan, menolak hak gaji sisa kontraknya sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan membawa tim ke Liga Champions.
Ini bukan kali pertama Gattuso menolak pesangon, setelah sebelumnya ia juga menunjukkan sikap yang sama saat menangani klub-klub lain. Bahkan di Hajduk Split, ia meminta dana pesangonnya dialihkan kepada stafnya sebagai bukti loyalitas dan kepedulian terhadap rekan kerja. Keputusan Gattuso mundur dari timnas Italia terjadi setelah kegagalan tim untuk lolos ke Piala Dunia 2026, dan tindakan tersebut dianggap sebagai cara untuk mengakui ketidakberhasilan dalam tugasnya.
Meskipun terkadang menuai kritik atas sisi taktisnya, sikap ksatria Gattuso tetap mendapat rasa hormat. Prinsip “martabat di atas uang” tampaknya telah menjadi bagian dari identitasnya, selalu meninggalkan dengan kepala tegak meskipun hasil di lapangan tak selalu sesuai harapan. Tindakan Gattuso ini menjadi contoh jarang terjadi dalam dunia sepak bola profesional, menunjukkan bahwa integritas dan kejujuran tetap bernilai tinggi dalam karier seorang pelatih.
