Fisioterapis memiliki peran penting dalam proses pemulihan seseorang yang mengalami cidera atau menjalani proses operasi. Peran fisioterapis semakin bertambah dalam masyarakat, tidak hanya untuk pemulihan dan olahraga profesional, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat. Menurut Prof. Dr. Apt. Muhamad Zainuddin, Rektor Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta), fisioterapi merupakan upaya menjaga masyarakat tetap sehat dan aktif sepanjang hidup. Meskipun peran fisioterapis semakin penting, jumlah tenaga kesehatan di bidang fisioterapi masih minim. Data dari Ikatan Fisioterapis Indonesia (IFI) menunjukkan bahwa jumlah fisioterapis terdaftar baru di Indonesia masih jauh dari ideal yaitu hanya 16.527 orang, sementara kebutuhan hingga 2025 diperkirakan mencapai 35.000 hingga 40.000 fisioterapis. Untuk mengatasi kekurangan ini, IIK Bhakta membuka Prodi S1 Fisioterapi dengan fokus pada Fisioterapi Neuromusculoskeletal dan Wellness. Fisioterapi Neuromusculoskeletal berfokus pada pemulihan gangguan pada otot, tulang, dan sistem saraf, sedangkan Fisioterapi Wellness lebih menekankan pada pencegahan, peningkatan kebugaran, dan gaya hidup sehat. Dengan mengajarkan pendekatan holistik, lulusan program studi ini diharapkan mampu memberikan solusi efektif dan personal dalam bidang Neuromusculoskeletal dan Wellness untuk membangun Indonesia Emas.
Fisioterapi: Mencegah dan Mempertahankan Kesehatan Masyarakat
Published:
