Duta Besar Kehormatan WHO untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa memprioritaskan upaya memberantas penyebaran penyakit kusta di Indonesia. Melalui Sasakawa Health Foundation (SHF), beliau menegaskan perlunya pendekatan bersama dalam melawan kusta tanpa adanya stigma negatif. Menurut Sasakawa, yang terpenting adalah mengobati dan memberikan dukungan kepada penderita kusta agar terbebas dari diskriminasi. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita kusta terbanyak di dunia, menjadi perhatian utama Sasakawa. Minimnya pemahaman masyarakat tentang kusta sebagai penyakit yang dapat disembuhkan dan bukan mudah menular menjadi tantangan utama dalam pemberantasan kusta.
Dalam acara Media Briefing di Jakarta, Sasakawa menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi penyebaran kusta di Indonesia. Ia berharap bahwa dengan pendekatan yang tepat dan edukasi secara menyeluruh, kusta dapat dieliminasi dengan efektif. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyambut baik komitmen Sasakawa dalam memberantas kusta. Edukasi yang tepat kepada masyarakat tentang kusta, termasuk cara penularannya dan bahwa kusta dapat disembuhkan, menjadi kunci dalam upaya pemberantasan penyakit ini.
Selain itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Sasakawa Foundation dan Kemenkes dalam upaya bersama memerangi kusta di Indonesia. Kolaborasi antar lembaga menjadi hal yang penting dalam memberantas kusta dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya kesehatan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa melalui kerjasama yang sinergis, kita dapat mencapai tujuan bersama dalam mengakhiri penyebaran kusta di Indonesia.
