25.6 C
Jakarta

Kekuatan 17 Juta Suara: Mereka yang Tak Terdengar

Published:

JAKARTA — Suara yang tak masuk parlemen rupanya belum selesai diperjuangkan. Di tengah peta politik yang kerap hanya ramai oleh partai pemilik kursi, delapan partai nonparlemen memilih membentuk forum bersama untuk menagih hak politik jutaan pemilih yang suara mereka dinilai belum sepenuhnya terakomodasi pada Pemilu 2024.

Delapan Partai Nonparlemen Satukan Langkah

Pada Kamis, 8 Januari 2026, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO bersama tujuh pimpinan partai nonparlemen lainnya meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.

Partai yang terlibat dalam Sekber GKSR adalah Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Berkarya. Kehadiran mereka menandai upaya mengonsolidasikan kekuatan politik di luar parlemen, bukan untuk berbagi kursi, melainkan untuk menyuarakan kepentingan pemilih yang mereka klaim belum mendapat ruang yang layak.

Bukan Koalisi, Melainkan Kerja Sama Politik

OSO menegaskan Sekber GKSR tidak dibangun sebagai koalisi politik. Menurut dia, yang dibentuk adalah kerja sama politik dengan posisi setara di antara para anggota. Ia membedakan model ini dari koalisi yang biasanya memiliki struktur kepemimpinan yang lebih tegas, termasuk adanya ketua dan hak veto.

“Kalau koalisi ada ketua, ada yang bertanggung jawab, ada hak veto. Dalam kerja sama politik, tidak ada hak veto,” ujar OSO dalam sambutannya. Penegasan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Sekber GKSR ingin tampil sebagai forum bersama, bukan kendaraan dominasi satu partai atas partai lain.

Menarik Garis dari Pemilu 2024

Pembentukan Sekber ini lahir dari kegelisahan yang sama: suara rakyat yang tidak terwakili secara adil setelah Pemilu 2024. Para pimpinan partai nonparlemen yang hadir sepakat bahwa persoalan representasi tidak berhenti pada hasil penghitungan suara semata, tetapi juga menyangkut bagaimana aspirasi pemilih tetap punya tempat dalam proses politik ke depan.

Dengan meresmikan Sekber GKSR di Menteng, delapan partai itu mengirim pesan bahwa kekuatan politik tidak selalu diukur dari jumlah kursi di Senayan. Dalam lanskap yang kerap menyingkirkan suara minoritas, mereka kini mencoba membangun panggung sendiri untuk memperjuangkan 17 juta suara yang selama ini tak terdengar.

Source link

Related articles

Recent articles