6.9 C
New York

Pilkada Langsung: Dampaknya pada Tingkat Pragmatisme Rakyat

Published:

Pada tahun 2026, terdapat wacana yang mengusulkan untuk mengembalikan pemilihan kepala daerah (pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat kembali ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Beberapa fraksi besar di DPR, seperti Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN, mendukung gagasan ini dengan pertimbangan terkait biaya yang mahal untuk pilkada langsung. Sekjen Relawan Gawagis Berfikir Kemajuan (GBK) Achmad Syamsul Askandar atau yang akrab disapa Gus Aan menyatakan dukungannya terhadap ide pengembalian pilkada ke DPRD. Menurutnya, pilkada langsung telah membuat masyarakat menjadi pragmatis dan membuat calon terpilih tidak fokus pada pembangunan daerah, tetapi lebih sibuk mencari laba untuk mengembalikan biaya kampanye. Gus Aan juga menepis pandangan bahwa pilkada melalui DPRD dianggap tidak demokratis, dengan menyatakan bahwa sistem ini sangat demokratis. Beliau berpendapat bahwa kekhawatiran terkait politik uang dalam pilkada melalui DPRD hanyalah alasan yang dibuat-buat, karena aparat penegak hukum bisa dengan mudah memantau hal tersebut.

Source link

Related articles

Recent articles