Aksi teror terhadap sejumlah pegiat sosial dan influencer yang mendiskusikan penanganan bencana di Sumatera telah menarik perhatian Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli. Ia secara tegas mengutuk tindakan tersebut dan menyerukan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelidiki insiden tersebut. Bagi Guntur, teror merupakan bentuk ketakutan yang digunakan untuk menyensor kritik dari masyarakat.
“Dalam pandangan saya, teror adalah tindakan pengecut yang bertujuan untuk meredam kritik. Ini menunjukkan sikap yang tidak mendukung demokrasi serta tanggung jawab penguasaan kekuasaan. Penggunaan kekuasaan untuk mengancam dan menimbulkan ketakutan adalah suatu tindakan yang tidak dapat diterima,” ungkap Guntur dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa suara rakyat memiliki nilai yang sangat penting dan harus dihargai. Menurut Guntur, tindakan teror terhadap influencer harus dikecam dan APH harus bertindak tegas terhadap pelaku. Hal ini dianggap sebagai sebuah preseden yang buruk dan harus segera diungkap agar tidak terulang di masa depan.
Partai PDI Perjuangan juga mengecam tindakan teror tersebut dan mendesak penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut. Guntur menegaskan pentingnya mengungkap siapa pelaku di lapangan dan siapa yang berada di belakang aksi teror tersebut untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan masyarakat.
