Unai Emery tetap fokus pada tugasnya sebagai manajer Aston Villa tanpa terbebani emosi saat kembali ke Emirates Stadium untuk menghadapi mantan klubnya, Arsenal. Bagi pelatih asal Spanyol itu, setiap pertandingan hanyalah bagian dari tanggung jawab profesionalnya. Meskipun memiliki ikatan emosional dengan klub-klub masa lalunya, seperti Arsenal, Emery menegaskan bahwa loyalitasnya kini sepenuhnya untuk Aston Villa.
Dalam konferensi pers menjelang duel besar Premier League, Emery menegaskan motivasinya semata-mata adalah untuk meraih kemenangan untuk klub yang saat ini ia tangani. Meskipun tidak pernah mendekati gelar Premier League selama masa kepelatihannya di Arsenal, bersama Villa, ia kerap menjadi mimpi buruk mantan klubnya.
Kemenangan Villa di Emirates pada pertemuan sebelumnya menjadi bukti bahwa Emery mampu memengaruhi hasil pertandingan. Meskipun menyadari ancaman reaksi Arsenal, Emery menganggap pertandingan lawan Arsenal sebagai tantangan terberat yang dihadapi timnya musim ini.
Meski realistis tentang posisi Villa dan menolak label penantang gelar, Emery tetap menyimpan mimpi besar sebagai seorang pelatih. Baginya, bermimpi adalah hal gratis dan impian terbesarnya adalah memenangkan Liga Champions. Namun, fokusnya saat ini tetap sederhana, yaitu mempersiapkan tim untuk pertandingan besok dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
