Petinggi Aston Villa, Damian Vidagany, baru-baru ini mengkritik penjadwalan laga Premier League yang dianggap kurang adil. Kritik tersebut dilontarkan setelah Villa harus bertandang ke markas West Ham United hanya dalam waktu 64 jam setelah selesai bermain di Liga Europa melawan FC Basel. Vidagany, selaku direktur operasional sepak bola Aston Villa, menyoroti jarak waktu yang sempit antara dua laga tandang tersebut yang dianggap dapat membahayakan kondisi fisik pemain. Ia menegaskan bahwa klub-klub Inggris yang juga tampil di kompetisi Eropa, seperti Aston Villa, Nottingham Forest, dan Crystal Palace, seharusnya mendapat pertimbangan lebih dalam penyusunan jadwal. Dikarenakan konsistensi performa menjadi krusial bagi tim-tim tersebut, terlebih dengan jadwal yang padat dan berisiko meningkatkan kelelahan serta cedera. Vidagany juga menyoroti jadwal pertandingan yang dianggap tidak merata bagi tim dengan dan tanpa kompetisi Eropa, yang menurutnya perlu dipertimbangkan demi kesehatan para pemain. Saat ini, Aston Villa berada di posisi ketiga klasemen fase grup Liga Europa dan juga menempati peringkat ketiga di klasemen Premier League, sehingga mempertahankan performa menjadi prioritas utama. Semua pihak diharapkan dapat memikirkan dengan serius dampak dari penjadwalan laga yang tidak merata tersebut untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para pemain.
Petinggi Aston Villa: Kritik Jadwal Padat Jelang Duel Lawan West Ham
Published:
