Gedung bertingkat telah menjadi tempat aktifitas sehari-hari bagi ratusan hingga ribuan orang, termasuk perkantoran, pusat perbelanjaan, hunian, dan fasilitas layanan publik. Mobilitas tinggi ini menuntut pentingnya memahami kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, terutama kebakaran yang sering terjadi. Kesiapsiagaan kebakaran gedung meliputi pemahaman terhadap peta jalur evakuasi, cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), melakukan simulasi keadaan darurat, dan menghafal nomor darurat seperti 112, 110, 113, dan 115.
Penting bagi penghuni gedung untuk memahami dan mengikuti jalur evakuasi yang ditandai dengan rambu hijau berisi tulisan “Jalur Evakuasi”, “Exit”, atau “Keluar”. Selain itu, penting juga untuk memahami cara menggunakan APAR sebagai upaya penanganan dini kebakaran. Simulasi rutin dan menghafal nomor darurat juga merupakan langkah penting dalam kesiapsiagaan kebakaran gedung. Praktik kesiapsiagaan ini membantu penghuni gedung untuk siap bertindak dalam situasi darurat sehingga dapat memperkecil risiko dan meningkatkan keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain.
