Wes Morgan Soroti Ujian Mental Nottingham Forest di Tengah Padatnya Jadwal Eropa
Nottingham Forest sedang memasuki fase yang menuntut bukan hanya fisik, tetapi juga ketahanan mental. Di tengah ambisi bersaing di Eropa, mantan bek Forest, Wes Morgan, menilai The Tricky Trees kini punya kualitas skuad yang lebih siap untuk menghadapi beban jadwal yang datang beruntun. Namun, menurut dia, persoalan utama justru terletak pada cara para pemain menjaga fokus ketika tuntutan pertandingan datang hampir tanpa jeda.
Jadwal padat yang menguji konsistensi
Forest dijadwalkan tampil di Liga Europa minggu ini melawan Utrecht, tim asal Belanda, dengan target memperkuat posisi mereka di fase gugur. Tantangan itu belum selesai, karena kurang dari 72 jam setelahnya mereka harus kembali ke Premier League untuk menghadapi Tottenham di City Ground. Pola pertandingan seperti ini bukan hal baru bagi Forest musim ini, dan hasilnya belum memuaskan.
Sejauh ini, Nottingham Forest mencatat empat kekalahan dan hanya satu kemenangan pada laga liga yang dimainkan segera setelah pertandingan Liga Europa. Catatan itu ikut memberi tekanan tambahan pada kampanye domestik mereka, yang memang sudah berlangsung sulit sejak awal.
Pengalaman Morgan jadi cermin
Wes Morgan, yang kini berperan sebagai pemandu bakat akademi di Forest, mengakui bahwa menjalani ritme seperti itu tidak mudah. Ia membandingkannya dengan masa-masa ketika membela Leicester City, saat klub itu menjuarai Premier League dan kemudian tampil di Liga Champions. Dari pengalamannya, Morgan melihat bahwa tantangan terbesar bukan semata soal kualitas lawan, melainkan kemampuan tim menjaga energi dan kesiapan mental dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Morgan menilai Forest saat ini lebih siap dibanding sebelumnya. Investasi besar di bursa transfer membuat klub memiliki kedalaman skuad yang lebih memadai untuk rotasi. Tetapi, ia menekankan, skuad yang tebal saja tidak cukup. Para pemain tetap harus terbiasa dengan tekanan, tuntutan, dan ekspektasi yang menyertai jadwal Eropa.
Ambisi yang belum selesai
Meski target jangka panjang Forest masih terbilang jauh, yakni menjadi tim yang rutin lolos ke kompetisi Eropa setiap musim, Morgan tetap melihat ada alasan untuk optimistis. Dukungan pemilik klub yang ambisius, menurut dia, memberi fondasi bagi Forest untuk bersaing di delapan besar secara konsisten dan membangun reputasi di level Eropa.
Atmosfer di City Ground juga dinilai menjadi modal penting untuk laga-laga besar seperti ini. Dalam situasi seperti sekarang, Forest bukan hanya ditantang untuk menang di lapangan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa mereka sanggup hidup dalam ritme kompetisi yang lebih keras dan lebih padat. Di situlah ujian sebenarnya bagi klub yang tengah berusaha naik kelas.
Source link
